
Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang digunakan dapat menghasilkan Amerika Serikat mengalami defisit, kecuali apabila bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve atau The Fed menurunkan suku bunga.
"Turunkan suku bunga atau saya akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang tersebut menyebabkan kita defisit, yang mana sudah pernah diakui secara tegas oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat di putusannya yang konyol serta sangat merugikan mengenai tarif, bahwa 'presiden' mempunyai hak mutlak untuk melakukannya," kata Trump di dalam Truth Social, sistem media sosial miliknya sendiri.
Trump juga meminta-minta jajaran majelis The Fed berperan "Cerdas" juga sesekali bersikap sebagai patriot.
Dalam unggahan berikutnya, Trump menulis bahwa peningkatan kegiatan ekonomi tak menyebabkan inflasi. Menurut dia, anggapan bahwa peningkatan menyebabkan kenaikan harga justru telah lama menghambat kemajuan perekonomian Negeri Paman Sam selama 25 tahun.
"Kita seharusnya mencapai peningkatan Ekonomi Nasional sebesar 15 juga 20 persen, bukannya 2, 3, dan juga 4 persen; lalu Amerika seharusnya bisa saja bermetamorfosis menjadi sangat jauh lebih besar kuat secara finansial daripada pada waktu ini. Utang kita akan lunas kemudian semua hal lain ini akan terwujud," kata Trump.
Dia menambahkan setiap kenaikan satu poin suku bunga malah membebani negara sebesar 650 miliar dolar Amerika Serikat per tahun.
Pada akhir Mei lalu, Trump memaparkan Ketua The Fed Kevin Warsh akan mengawasi upaya modernisasi besar-besaran dalam bank sentral Amerika Serikat itu, dengan tetap sepenuhnya bersikap independen pada mengambil setiap keputusan.
Sementara itu, Trump pernah rutin mencela mantan ketua The Fed, Jerome Powell, oleh sebab itu dianggap terlalu lamban menurunkan suku bunga acuan.
Sebelum bermetamorfosis menjadi ketua The Fed ketika ini, Kevin Warsh pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pengelola The Fed sejak Februari 2006 hingga Maret 2011.
Warsh merupakan anggota badan termuda, yang pada waktu itu ia berusia 35 tahun pada saat ditunjuk. Dia juga pernah menjabat sebagai penasihat kebijakan sektor ekonomi presiden juga anggota Dewan Perekonomian Nasional Gedung Putih.
Trump mencalonkan Warsh sebagai ketua baru The Fed pada akhir Januari. Kemudian, pada 13 Mei, Senat Negeri Paman Sam menyetujui penunjukan Warsh sebagai ketua baru The Fed untuk empat tahun mendatang.
Sumber: Sputnik
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.


