Tag: tinju

  • Mengenal Futbox, olahraga perpaduan antara sepak bola kemudian tinju

    Mengenal Futbox, olahraga perpaduan antara sepak bola kemudian tinju

    DKI Jakarta – Sepak bola lalu tinju merupakan dua cabang olahraga yang mempunyai karakteristik berbeda. Namun belakangan, rakyat bumi maya sedang dihebohkan dengan kemunculan sebuah video tersebar luas yang dimaksud memperlihatkan kombinasi unik kedua olahraga yang dimaksud pada satu arena. Fenomena ini kemudian dikenal dengan sebutan Futbox.

    Rekaman video yang digunakan pertama kali dipublikasikan oleh pribadi ahli kickboxing jika tanah Ukraina dengan akun Instagram @sergeyvladimirovich1 yang disebutkan memperlihatkan sekelompok khalayak mengenakan sarung tinju kemudian pelindung kepala sambil berupaya menggiring bola ke arah gawang. Sekilas, aksi yang disebutkan tampak seperti perkenalan terhadap cabang olahraga baru yang tersebut memadukan unsur sepak bola dan juga tinju.

    Menurut pengakuan ahli tersebut, Futbox pada dasarnya bukanlah sebuah olahraga resmi, melainkan bentuk pemanasan kreatif dan juga menyenangkan sebelum sesi latihan kickboxing. Meski demikian, ide kreatif ini justru menawan minat warganet pada berubah-ubah negara sebab dianggap mampu menghadirkan pengalaman bermain yang tersebut berbeda kemudian menantang.

    Dalam praktiknya, Futbox tiada hanya sekali melatih kemampuan dribel lalu ketangkasan kaki khas sepak bola, tetapi juga menuntut ketahanan fisik, strategi menyerang, juga teknik bertahan ala olahraga tinju. Para pemain diharuskan untuk terus bergerak, mengatur posisi, sambil kekal waspada terhadap serangan pukulan dari lawan.

    Format pertandingan Futbox umumnya dikerjakan ke lapangan berukuran kecil, misalnya lapangan futsal atau mini soccer, dengan tambahan ring tinju ke bagian sedang untuk memfasilitasi pertarungan satu lawan satu (one-on-one). Setiap tim terdiri dari lima penduduk pemain yang tersebut menempati sikap bervariasi, mulai dari penyerang bola hingga petinju bertahan.

    Sebagai bentuk perlindungan, para pemain diwajibkan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelindung kepala lalu sarung tinju ringan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko cedera mengingat intensitas kontak fisik yang cukup besar selama permainan berlangsung.

    Di balik kesan ‘unik’ juga ‘tidak lazim’, Futbox dinilai bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran tubuh secara menyeluruh. Perpaduan antara sepak bola dan juga tinju menuntut para pemain mempunyai situasi fisik yang tersebut prima, kelincahan gerak, sekaligus kekuatan otot yang memadai. Tak heran, sejumlah instruktur kickboxing yang pada masa kini memanfaatkan Futbox sebagai variasi di pertemuan pemanasan agar latihan terasa lebih banyak seru.

    Meski belum diakui sebagai cabang olahraga resmi, keberadaan Futbox setidaknya bermetamorfosis menjadi bukti bahwa pengembangan pada bumi olahraga dapat muncul dari ide-ide mudah yang digunakan bersifat spontan. Popularitasnya pun diprediksi akan terus mengalami perkembangan seiring tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas olahraga yang digunakan kreatif juga menantang.

    Sebagai catatan, umum diimbau untuk selalu memperhatikan unsur keselamatan apabila ingin mencoba Futbox secara mandiri. Sinkronisasi dengan pembimbing profesional juga dianjurkan agar kegunaan olahraga dapat diraih secara maksimal tanpa mengakibatkan risiko yang mana bukan diinginkan.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mengenal Futbox, olahraga perpaduan antara sepak bola lalu tinju

    Mengenal Futbox, olahraga perpaduan antara sepak bola lalu tinju

    https://ligapedianews.com/ DKI Jakarta – Sepak bola kemudian tinju merupakan dua cabang olahraga yang mempunyai karakteristik berbeda. Namun belakangan, masyarakat dunia maya sedang dihebohkan dengan kemunculan sebuah video popular yang digunakan memperlihatkan kombinasi unik kedua olahraga yang disebutkan pada satu arena. Fenomena ini kemudian dikenal dengan sebutan Futbox.

    Rekaman video yang dimaksud pertama kali diunggah oleh orang instruktur kickboxing jika negeri Ukraina dengan akun Instagram @sergeyvladimirovich1 yang dimaksud memperlihatkan sekelompok orang mengenakan sarung tinju juga pelindung kepala sambil berjuang menggiring bola ke arah gawang. Sekilas, aksi yang disebutkan tampak seperti perkenalan terhadap cabang olahraga baru yang mana memadukan unsur sepak bola kemudian tinju.

    Menurut pengakuan instruktur tersebut, Futbox pada dasarnya bukanlah sebuah olahraga resmi, melainkan bentuk pemanasan kreatif dan juga menyenangkan sebelum pembukaan latihan kickboxing. Meski demikian, ide kreatif ini justru menarik minat warganet di area berbagai negara akibat dianggap mampu menghadirkan pengalaman bermain yang tersebut berbeda kemudian menantang.

    Dalam praktiknya, Futbox tiada cuma melatih kemampuan dribel lalu ketangkasan kaki khas sepak bola, tetapi juga menuntut ketahanan fisik, strategi menyerang, dan juga teknik bertahan ala olahraga tinju. Para pemain diharuskan untuk terus bergerak, mengatur posisi, sambil masih waspada terhadap serangan pukulan dari lawan.

    Format pertandingan Futbox umumnya dilaksanakan dalam lapangan berukuran kecil, misalnya lapangan futsal atau mini soccer, dengan tambahan ring tinju di tempat bagian sedang untuk memfasilitasi duel satu lawan satu (one-on-one). Setiap regu terdiri dari lima orang pemain yang menempati tempat bervariasi, mulai dari penyerang bola hingga petinju bertahan.

    Sebagai bentuk perlindungan, para pemain diwajibkan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelindung kepala dan juga sarung tinju ringan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko cedera mengingat intensitas kontak fisik yang digunakan cukup tinggi selama permainan berlangsung.

    Di balik kesan ‘unik’ kemudian ‘tidak lazim’, Futbox dinilai bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran tubuh secara menyeluruh. Perpaduan antara sepak bola serta tinju menuntut para pemain memiliki kondisi fisik yang dimaksud prima, kelincahan gerak, sekaligus kekuatan otot yang mana memadai. Tak heran, berbagai ahli kickboxing yang digunakan sekarang memanfaatkan Futbox sebagai variasi pada sesi pemanasan agar latihan terasa tambahan seru.

    Meski belum diakui sebagai cabang olahraga resmi, keberadaan Futbox setidaknya menjadi bukti bahwa perubahan pada dunia olahraga dapat muncul dari ide-ide simpel yang digunakan bersifat spontan. Popularitasnya pun diprediksi akan terus mengalami perkembangan seiring tingginya minat penduduk terhadap aktivitas olahraga yang dimaksud kreatif kemudian menantang.

    Sebagai catatan, masyarakat diimbau untuk terus-menerus memperhatikan faktor keselamatan jikalau ingin mencoba Futbox secara mandiri. Kerjasama dengan instruktur profesional juga dianjurkan agar faedah olahraga dapat diraih secara maksimal tanpa menyebabkan risiko yang bukan diinginkan.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di area situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pertina Ibukota Indonesia gandeng PWI Jaya gelar kejuaraan Kejuaraan Tinju Amatir 2025

    Pertina Ibukota Indonesia gandeng PWI Jaya gelar kejuaraan Kejuaraan Tinju Amatir 2025

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Ibukota menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi DKI DKI Jakarta (PWI Jaya) mengadakan kompetisi Tinju Amatir Kadet dan juga Remaja 2025 pada 19 hingga 21 Juni mendatang.

    Turnamen yang tersebut menjadi salah satu perayaan HUT Ibukota ke-497 ini sekaligus diharapkan menjadi event yang digunakan dapat membangkitkan pembinaan olahraga tinju khususnya pada Jakarta.

    "Insya Allah akan kami selenggarakan pada 19 hingga 21 Juni 2025 mendatang," ujar Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo di keterangan resmi yang diterima pewarta, Selasa.

    Kesit menegaskan pertandingan ini difokuskan pada pembinaan petinju kelompok usia kadet yakni usia 15-16 tahun kemudian remaja usia 17-18 tahun.

    "Kami membantu kerja keras serta perjuangan Pengprov Pertina DKI Jakarta meningkatkan prestasi tinju ibu kota Jakarta, dengan menggali lebih banyak sejumlah lagi bibit-bibit petinju potensial dari berbagai wilayah," ucap Kesit.

    Ketua Pengprov Pertina Ibukota Indonesia Hengky Silatang mengungkapkan bahwa kolaborasi penyelenggaraan kejuaraan ini sekaligus menjadi dukungan yang baik untuk optimalisasi prestasi petinju Jakarta, oleh sebab itu fokus kejuaraan kali ini yakni penggalian bibit-bibit petinju di tempat kelompok usia agar pembinaan tinju terus berkesinambungan.

    Hengky Silatang mengharapkan turnamen ini memberi partisipasi maksimal bagi Dinas Olahraga lalu Pemuda (Dispora) DKI Jakarta. Khususnya pada menyambut Pekan Olahraga Pelajar Nasional(Popnas) maupun Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas).

    Hengky Silatang menegaskan, pembinaan tinju dalam DKI Ibukota Indonesia pada waktu ini sedang menggeliat. Terbukti, dari Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Aceh-Sumut 2024 lalu, Tim Tinju DKI DKI Jakarta mampu menghadirkan pulang 4 emas juga 2 perak.

    Di sisi lain, Kesit B Handoyo mengingatkan apabila even ini bisa saja dijadikan kesempatan untuk menghidupkan kembali turnamen tinju historis yang pernah diselenggarakan oleh Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI, yakni Sarung Tinju Emas (STE) yang mana pernah menjadi ikon kompetisi tinju nasional.

  • 4 Pangeran Tinju yang Cacat: Gervonta Davis, Ryan Garcia, Devin Haney dan juga Teofimo Lopez

    4 Pangeran Tinju yang Cacat: Gervonta Davis, Ryan Garcia, Devin Haney dan juga Teofimo Lopez

    Ligapedianews.com Empat pangeran tinju : Gervonta Davis , Ryan Garcia, Devin Haney kemudian Teofimo Lopez yang dimaksud ternoda prestasinya dengan kekalahan atau kemenangan kontroversial. Gervonta “Tank” Davis, Teofimo Lopez, Devin Haney, dan juga Ryan Garcia dicap sebagai 4 Pangeran tinju era tinju modern yang mana dominan pada satu dekade terakhir.

    Di masa lalu, ada juga empat Pangeran Tinju terkenal yang digunakan disematkan terhadap Sugar Ray Leonard, Roberto Duran, Marvin Hagler serta Tommy Hearns. Tetapi kuartet ini hanyalah kumpulan para pangeran belaka dikarenakan merek masih sangat muda, mereka itu bertarung di beberapa kelas pada bawah kelas yang dimaksud menjadi kompetisi persaingan Empat Raja, juga merek belum sepenuhnya merebut takhta tinju yang mana paling agung – merek semata-mata terlihat siap untuk itu.

    Lihatlah, tak satu pun dari 4 Pangeran Tinju modern ini yang gagal. Bahkan bukan ada yang dimaksud mendekati. Tiga dari empat petinju ini pernah masuk pada daftar juara dunia, dua dalam antaranya pernah menjadi juara dunia, lalu semuanya pernah mengakumulasi bayaran tujuh digit.

    Namun dalam ketika yang digunakan sama, hasil imbang kontroversial Gervonta Davis melawan Lamont Roach Jr pada Hari Sabtu waktu malam menciptakan masing-masing dari The Four Princes pada masa kini miliki noda pada catatan BoxRec mereka.

    Lopez adalah yang dimaksud pertama kali mencatatkan bilangan bulat “0”, setelahnya dipermalukan George Kambosos Jnr pada November 2021 – serta petinju berkarakter lincah dan juga petinju Teofimo ini juga lolos dengan dua kemenangan bilangan mutlak yang digunakan masih diperdebatkan pada lima pertarungan sejak ketika itu.

    Ryan Garcia dihentikan oleh Davis pada April 2023 di duel Prince vs Prince pertama; tak ada rasa malu dalam sana. Namun rapat keduanya dengan sesama Prince, melawan Haney April lalu, berakhir dengan sangat memalukan, dengan tes narkoba yang gagal mengubah kemenangan sementara bagi “KingRy” menjadi kemenangan tanpa pertandingan dengan denda kemudian penangguhan selama satu tahun.

    Secara teknis, rekor Haney masih bersih, namun setidaknya ada sebuah tanda bintang yang mana tersirat ketika anda mengamati bahwa ia memiliki 31 kemenangan pada 32 laga. Tanda bintang itu muncul pada bentuk kemenangan tanpa perlawanan melawan Garcia, yang dimaksud untuk sementara waktu mencatatkan rekornya sebagai kekalahan, dan juga yang dimaksud dapat dengan mudah menjadi kekalahan keduanya apabila bukanlah dikarenakan penjurian persahabatan di tempat akhir laga tahun 2023 melawan Vasiliy Lomachenko.

    Lalu, ada Tank, yang mempunyai rekor 30-0 dengan 28 KO, yang tersebut sebagian besar bebas dari kontroversi di area pada ring (kemenangannya pada tahun 2021 berhadapan dengan Isaac “Pitbull” Cruz sangat tipis, namun secara umum dianggap sebagai sesuatu yang dimaksud adil), sampai Roach berhasil mengalahkannya. Juri Eric Marlinski memberi nilai laga Hari Sabtu di malam hari di tempat Brooklyn itu 115-113 untuk Davis. Juri Steve Weisfeld kemudian Glenn Feldman memberikan skor 114-114. Secara anekdot, sebagian besar orang yang tersebut membagikan skor mereka itu dalam media sosial merasa Davis beruntung mendapatkan hasil imbang.

  • Pengacara Desak Komisi Atletik New York Jadikan Lamont Roach Juara Kelas Ringan WBA Baru

    Pengacara Desak Komisi Atletik New York Jadikan Lamont Roach Juara Kelas Ringan WBA Baru

    Ligapedianews.com Greg Smith, pengacara Lamont Roach mengirimkan surat untuk Komisi Atletik Negara Bagian New York, memohonkan dia mengubah hasil pertarungan Lamont melawan Gervonta Davis . Greg Smith mendesak hasil pertarungan pada Hari Sabtu di malam hari lalu menjadikan Lamont Roach sebagai juara kelas ringan WBA yang tersebut baru.

    Pertarungan yang disebutkan dinilai dengan hasil imbang kontroversial pasca bertarung 12 ronde dengan hasil 115-113 untuk Gervonta Davis, 114-114 serta 114-114. Menurut Dan Rafael, pengacara Roach menginginkan Komisi New York untuk “menyatakan” dirinya sebagai pemenang berhadapan dengan Tank melalui TKO dalam ronde kesembilan, didiskualifikasi atau melalui keputusan. Davis berlutut di tempat ronde kesembilan setelahnya terkena pukulan.

    Ia kemudian bangkit juga pergi ke pojok ring untuk membersihkan wajahnya oleh pelatihnya. Ia mengklaim bahwa matanya terkena minyak rambut. Wasit Steve Willis tiada menganggapnya sebagai sebuah knockdown, menganggapnya sebagai sebuah KO atau mendiskualifikasinya. Ia dapat cuma melakukan salah satu dari ketiganya, oleh sebab itu Tank sudah pernah berjalan menuju pojokan tanpa jeda.

    Fans cuma tahu bahwa hal ini akan terjadi dari pihak Roach, sebab langkah tanpa knockdown pada ronde kesembilan melawan Tank tidaklah hanya saja membuatnya kehilangan pertarungan, namun juga jutaan dolar yang mana akan ia dapatkan sebagai juara baru kelas ringan WBA. Dia akan memegang peringkat WBA, yang dimaksud akan menguntungkannya pada negosiasi untuk pertarungan ulang dengan Tank atau pertarungan melawan salah satu pemegang peringkat lainnya, seperti juara WBC Shakur Stevenson.

    “Pengacara Lamont Roach, Greg Smith, mengirimkan surat untuk Komisi Atletik Negara Bagian New York, memohon komisi yang dimaksud meninjau ulang hasil imbang mayoritas Roach yang kontroversial dengan pemegang gelar kejuaraan juara kelas ringan WBA, Gervonta Davis,” ujar Dan Rafael di acara Fight Freaks Unite.

    [Surat itu] meminta-minta komisi untuk membatalkan hasil pertarungan serta menyatakan Roach, yang digunakan merupakan pemegang penghargaan juara kelas ringan kategori junior WBA, sebagai “pemenang sebenarnya dari laga yang disebutkan – baik melalui TKO akibat Davis mengundurkan diri dari dari pertarungan atau didiskualifikasi oleh sebab itu menyebabkan benda yang digunakan bukan sah ke pada ring, atau melalui kebijakan juri pasca skor disesuaikan untuk merefleksikan KO tersebut.” Jika wasit memberi Roach poin untuk knockdown pada ronde kesembilan, maka ia akan menang dengan skor 115-112, 114-113, dan juga 114-113.

  • Mungkinkah Jai Opetaia vs Badou Jack Sebelum vs Gilberto Ramirez pada Oktober?

    Mungkinkah Jai Opetaia vs Badou Jack Sebelum vs Gilberto Ramirez pada Oktober?

    Ligapedianews.com Mungkinkah Jai Opetaia vs Badou Jack terjadi sebelum melawan Gilberto Ramirez pada Oktober? Dengan juara dunia kelas jelajah Gilberto Ramirez yang digunakan menyatakan terhadap BoxingScene bahwa pertarungan berikutnya adalah melawan Yuniel Dorticos pada bulan Mei, hal ini akan menciptakan juara dunia kelas jelajah IBF, Jai Opetaia, bukan akan bertarung sepanjang tahun ini.

    Ramirez merebut sabuk WBA dari Arsen Goulamirian lalu sabuk WBO dari Chris Billam-Smith pada tahun 2024 yang digunakan kuat, yang membuatnya terdaftar sebagai salah satu petinju terbaik tahun ini. Petinju kidal selama Australia, Jai Opetaia, 27-0 (21 KO), mengalahkan David Nykia bulan lalu juga promotornya, Eddie Hearn, berharap Opetaia dapat menambah koleksi gelar kejuaraan juaranya, bahkan sebelum ia bertarung dengan Ramirez, apabila pertarungan itu terjadi pada tahun 2025.

    “Kami ingin Jai melawan Ramirez, namun Yang Mulia [Turki Alalshikh] membicarakan laga itu untuk bulan Oktober,” kata Hearn. “Jadi kami mungkin saja akan melakukan sesuatu sebelumnya.”

    Juara WBC adalah Badou Jack, namun kelas 90,7 kg telah dilakukan menjadi tempat yang dimaksud sibuk bagi WBC. Pada konvensi tahunan merek di area Hamburg pada bulan Desember, juara Noel Mikaelyan diangkat menjadi juara sementara pada waktu ia menyelesaikan perselisihan dengan promotor Don King, sementara mantan juara sementara Jack diangkat kembali sebagai juara.

    Badan sanksi mengatakan, pasca Mikaelyan menyelesaikan masalahnya, ia akan dapat kembali di perebutan gelar kejuaraan untuk mendapatkan persentase hadiah yang mana lebih lanjut besar, tetapi mereka itu juga harus mempertimbangkan penantang yang dimaksud telah lama menderita, Ryan Rozicki, yang digunakan merupakan penantang No. 1.

    Namun, sebuah laga unifikasi dengan Opetaia sebagai prioritas dapat menjadi jawabannya.

    “Saya bukan keberatan dengan Badou Jack [melawan Opetaia],” kata Hearn. “Ia [Opetaia] harus menghadapi para juara dan juga hanya saja dua laga yang tersebut membuatnya tak terbantahkan.” …. Badou Jack dan juga kemudian Zurdo. Dan kemudian naik ke kelas berat. Jai mengalami perputaran yang dimaksud cepat, [mengalahkan Jack Massey pada] Oktober serta Januari. Dan sekarang rencananya adalah untuk membawanya pergi dari pada musim panas dan juga kemudian melawan Ramirez pada bulan Oktober.”

  • Terence Crawford Kalahkan Canelo pada Kelas 76,2 Kg, Lalu Tersingkir

    Terence Crawford Kalahkan Canelo pada Kelas 76,2 Kg, Lalu Tersingkir

    Ligapedianews.com Terence Crawford akan mengalahkan Saul Canelo Alvarez menurut mantan juara dunia, Rolando Romero , di pertarungan di area kelas 76,2 kg, lalu tersingkir. Rolando ”Rolly” Romero merasa bahwa Terence Crawford (41-0, 31 KO) akan memberikan sejumlah ukuran pada pertarungan ini, dengan naik ke kelas 76,2 kg untuk menantang Saul Canelo Alvarez (62-2-2, 39 KO) demi tiga sabuknya.

    Dia mengamati Terence Crawford berada di dalam sikap yang tersebut sebanding dengan Saul Canelo Alvarez ketika ia naik dari kelas 76,2 kg ke 79,3 kg untuk melawan Dmitry Bivol pada tahun 2022. Dia terlalu kecil. Hal ini lebih tinggi buruk bagi Crawford akibat ia naik 6,3 kg dari 69,8 kg ke 76,2 kg. Crawford baru belaka naik ke kelas 69,8 kg pada pertarungan terakhirnya serta ia tidaklah tampil bagus pada debutnya melawan Israil Madrimov bulan Agustus lalu.

    Pertarungan yang dimaksud menunjukkan bahwa Crawford bukan akan mampu merebut semua sabuk tanpa mengalami kekalahan berulang kali. Dia terlalu kecil, tua kemudian lemah untuk mengalahkan petinju seperti Vergil Ortiz Jr lalu Bakhram Murtazaliev. Terence akan mempunyai kesempatan yang lebih besar baik apabila ia naik ke kelas 76,2 kg serta mendapatkan beberapa pertandingan melawan para petarung ini: – Osleys Iglesias, Diego Pacheco, Christian Mbilli, Caleb Plant, David Morrell.

    Crawford tidak ada akan bertarung melawan salah satu dari para petarung yang disebutkan lantaran peluangnya untuk mengalami kekalahan akan sangat besar. Turki Alalshikh jelas akan tetap memperlihatkan membiarkan Bud bertarung melawan Canelo, namun ia akan memasuki pertandingan dengan setengah terkejut, masih terguncang akibat pukulan yang akan dilancarkan oleh para petinju di tempat atas. Namun, setidaknya ia akan mendapatkan pengalaman terlebih dahulu, kemudian memberi dirinya kesempatan melawan Canelo Alvarez.

    “Dia berusia 38 tahun. Ya, beliau mengawasi sesuatu pada diri Canelo. Dia akan mengamati kanvas,” kata Rolly Romerto untuk Fighthype, berbicara tentang usia Terence Crawford yang digunakan semakin menua mendekati pertarungannya melawan Saul Canelo Alvarez pada tanggal 13 September.

    ”Canelo bahkan bukan lagi melakukan jab. Yang ia lontarkan hanyalah hook kiri. Bud Crawford terlihat telah tua di pertarungan terakhirnya melawan Madrimov. Ia bukanlah petinju muda yang mana pertama kali tiba dalam kelas 66,6 pada tahun 2018. Rambutnya mulai memutih, surut seperti air pasang. Itulah usia. Ia terkena pukulan lebih tinggi sejumlah dari yang dimaksud dapat saya ingat dari ‘Little GGG’ Madrimov, kemudian wajahnya terlihat bengkak,”analisis Rolly.

    “Crawford bahkan bukanlah individu penggerak. Ia belaka menggunakan panjang tubuhnya untuk menjauh. Ia memiliki penempatan waktu yang digunakan baik di pukulannya. Ia dapat mematahkan orang-orang yang dimaksud bergerak mundur. Ini adalah tidaklah seperti Crawford akan berpindah-pindah selama ronde. Ia dapat mengundurkan diri dari dengan gaya ortodoks atau kidal,” kata Rolly.

    Crawford dapat bergerak dengan tenang, namun belaka di waktu yang digunakan singkat akibat usianya. Jika ia mencoba bergerak seperti yang dimaksud dijalankan Mayweather ketika melawan Canelo, beliau akan kehilangan tenaga dan juga terjebak di area pinggir jalan, tak berdaya.

    “Bivol terpencil tambahan besar darinya. Sial yang mana sejenis yang dimaksud Anda lihat pada waktu Canelo bertarung melawan Bivol adalah sial yang identik ketika Crawford naik dua kelas untuk melawan Canelo,” kata Rolly. ”Bivol bukanlah manusia pemukul. Canelo mencoba untuk menang sepanjang waktu, namun Bivol terlalu besar. Crawford akan masuk ke sana kemudian memukul kepala Canelo dengan cara yang mana identik seperti yang digunakan dijalankan Amir Khan, kemudian entah dari mana, boom. Kemudian kita akan meninjau kecoak terhenti di tempat tanah,” kata Rolly.

  • Dillian Whyte Mundur, Joe Joyce Naik Ring Hadapi Filip Hrgovic

    Dillian Whyte Mundur, Joe Joyce Naik Ring Hadapi Filip Hrgovic

    Ligapedianews.com Duel tinju kelas berat antara Joe Joyce dan juga Dillian Whyte yang mana dijadwalkan pada 5 April 2025 mengalami pembaharuan setelahnya Whyte terpaksa mundur akibat cedera tangan. Sebagai penggantinya, Joyce saat ini akan menghadapi petinju Kroasia, Filip Hrgovic, di area Co-op Live Arena, Manchester.

    Keputusan ini diinformasikan oleh promotor Queensberry pada 4 Maret 2025, hanya sekali beberapa jam pasca kabar mundurnya Whyte dikonfirmasi. Pertarungan ini sekaligus menjadi turnamen reuni bagi Joyce lalu Hrgovic, yang dimaksud pernah berhadapan pada level amatir di kompetisi World Series Boxing 2013. Saat itu, Joyce mengundurkan diri dari sebagai pemenang pasca pertarungan sengit lima ronde.

    Baik Joyce maupun Hrgovic memiliki rekam jejak cemerlang di tempat level amatir kemudian sempat menjadi petinju nomor satu di area dunia sebagai profesional—Joyce dengan WBO lalu Hrgovic dengan IBF. Namun, keduanya juga sempat mengalami keterpurukan setelahnya kehilangan penghargaan pengganti mereka.

    Hrgovic harus merelakan statusnya sebagai penantang wajib IBF setelahnya kalah dari Daniel Dubois, yang mana sebelumnya pernah ditaklukkan oleh Joyce. Sementara itu, Joyce kehilangan peringkat sementara WBO-nya pasca dua kali kalah dari petinju selama Tiongkok, Zhang Zhilei, pada 2023.

    Dengan latar belakang rivalitas dia juga ambisi untuk kembali ke puncak, duel Joyce vs Hrgovic diprediksi akan berlangsung sengit dan juga menjadi salah satu pertarungan yang paling dinantikan dalam awal 2025.

  • Biodata dan juga Agama Jarrett Hurd, Eks Juara Planet Pensiun dengan Kekalahan

    Biodata dan juga Agama Jarrett Hurd, Eks Juara Planet Pensiun dengan Kekalahan

    Ligapedianews.com Biodata kemudian agama Jarrett Hurd pensiun jikalau ia tak menang pada hari Hari Sabtu lalu, dan juga ia tetap memperlihatkan memegang teguh janjinya pasca kalah hitungan dari Johan Gonzalez. Jarrett Hurd mengungkapkan senang sanggup mengakhiri kariernya meskipun dengan kekalahan.
    ”Terima kasih untuk semua cinta serta dukungan selama ini!”tutur Hurd, pria berusia 34 tahun dari Accokeek, Maryland, menulis di area media sosial.

    ”Astaga… karier yang dimaksud luar biasa. Saya senang ini sudah ada berakhir. Olahraga yang mana brutal, kemudian saya telah dilakukan melalui beberapa perang! Saya mengejar impian saya, mencapai apa yang digunakan diimpikan oleh berbagai orang dan juga mengakhiri segalanya dengan cara saya. Tanpa kalian, dan juga yang digunakan terpenting Tuhan di area sisi saya, semua ini tidak ada kemungkinan besar terjadi. Saatnya untuk sesi baru pada hidup saya.”

    Siapa Jarrett Hurd? Dia meraih kemenangan penghargaan kelas menengah kategori junior IBF yang lowong pada tahun 2017, dengan menghentikan Tony Harrison pada sembilan ronde. Ia mempertahankan gelarnya pada tahun yang dimaksud identik dengan sebuah KO teknis 10 ronde menghadapi Austin Trout, lalu kemudian bertemu dengan Erislandy Lara di sebuah pertarungan unifikasi pada bulan April 2018.

    Pertarungan melawan Lara adalah salah satu peperangan yang dirujuk oleh Hurd, yang tersebut mendapatkan penghargaan Fight of the Year dari Asosiasi Penulis Tinju Amerika (Majalah The Ring memilih pertarungan kedua antara Saul Canelo Alvarez lalu Gennadiy Golovkin untuk penghargaan tahun 2018).

    Hurd mengungguli Lara dengan tindakan terbelah, split decision, untuk menambah sabuk WBA. Setelah kemenangan bilangan bulat menghadapi Jason Welborn (TKO4) pada bulan Desember 2018, Hurd bertemu dengan Julian Williams pada bulan Mei 2019. Hal ini adalah pertarungan yang tersebut sulit bagi Hurd, serta kali ini Williams yang dimaksud menang melalui kebijakan mutlak untuk meraih kedua peringkat tersebut.

    Pada tahun 2021, Hurd sudah pernah naik ke kelas menengah. Dan petinju yang tersebut entah bagaimana menurunkan berat badannya menjadi 69,8 kg kg kemudian kemudian secara signifikan mengalami rehidrasi pada waktu malam pertarungan tak lagi memiliki keunggulan ukuran pada 72,5 kg.

    Hurd juga bertarung tanpa penampilan ayahnya, Fred Hurd, yang meninggal pada Maret 2021. Jarrett Hurd kalah melalui tindakan terbelah (split decision) dari Luis Arias pada Juni 2021, kemudian kembali 21 bulan kemudian lalu kalah melawan Jose Armando Resendiz pada Maret 2023. Hurd tertinggal di dalam kartu penilaian pasca sembilan ronde ketika luka parah di tempat bibirnya memproduksi dokter di tempat sisi ring menghentikan pertarungan melawan Resendiz pada ronde ke-10.

    Hurd semata-mata mencetak satu kemenangan lagi. Ia menghentikan rekor 14-5 Tyi Edmonds pada Desember 2023 kemudian bertarung imbang melawan Jeison Rosario pada Agustus lalu. Kekalahan dari Gonzalez menghasilkan Hurd miliki rekor 25-4-1 (17 KO).

  • Kekejaman Subriel Matias KO Gabriel Valenzuela, Penantang Wajib Raja IBF

    Kekejaman Subriel Matias KO Gabriel Valenzuela, Penantang Wajib Raja IBF

    Ligapedianews,com Eks juara dunia Subriel Matias memukul KO Gabriel Gollaz Valenzuela untuk menjadi penantang wajib Raja IBF Richardson Hitchins. Mantan pemegang penghargaan kelas ringan super Subriel Matias melanjutkan kemenangan beruntunnya dengan kemenangan KO pada hari Sabtu, menghentikan Gabriel Gollaz Valenzuela serta mendapatkan status sebagai penantang wajib bagi pemegang penghargaan kelas welter kategori junior IBF, Richardson Hitchins.

    Matias meraih kemenangan KO teknis melawan Valenzuela pada ronde kedelapan pada Coliseo Tomas Dones, Fajardo, Puerto Rico. Waktu penyelesaiannya adalah 2 menit juga 55 detik. Matias menyebabkan rekornya menjadi 22-2 (22 KO), sementara Valenzuela, petarung berusia 30 tahun dengan syarat Guadalajara, Meksiko, turun menjadi 30-4-1 (17 KO).

    Matias, 32 tahun, yang mana berasal dari Fajardo, forward sejak bel pertandingan berbunyi lalu berupaya menekan. Valenzuela mengitari dirinya pada ronde pertama lalu memaksanya pada ronde kedua, pada waktu Matias mulai mendaratkan hook dengan kedua tangannya, yang tersebut mengundang sorakan keras dari para pendukung tuan rumah.

    Keduanya bertarung pada jarak dekat pada ronde ketiga, bertukar hook yang mendarat dengan bersih. Kemerahan mulai terlihat pada bawah mata kanan Valenzuela. Mereka saling bertukar serangan dari sisi dalam, tidaklah ada yang digunakan mundur, ketika Matias menggoyahkan Valenzuela pada akhir ronde juga mengundang tepuk tangan meriah dari para penonton.

    Matias, yang mengandalkan kecepatan, nampak menyebabkan Valenzuela kelelahan pada ronde keempat, ketika darah mengalir ke mata kanan Valenzuela, yang dimaksud mencakarnya beberapa kali selama ronde tersebut. Matias juga menampilkan beberapa teknik tinju yang tersebut dinamis pada ronde tersebut.

    Dokter memeriksa mata Valenzuela ketika memasuki ronde kelima, namun ia mengizinkan pertarungan berlanjut. Matias melanjutkan serangannya, melontarkan pukulan bertubi-tubi dengan kecepatan tinggi. Namun, dengan laga yang mana terancam dihentikan, Valenzuela mendapatkan ronde terbaiknya di laga ini. Matias terus maju pada ronde keenam, ketika Valenzuela melawan balik, namun Matias mampu merobohkan lawannya yang tersebut berpengalaman itu dengan tekanan kemudian pukulan akurat.

    Pada ronde ketujuh, dokter sekali lagi dipanggil untuk memeriksa luka Valenzuela oleh wasit, yang mana berujung pada percakapan panjang dengan Valenzuela. Hasilnya, Valenzuela dapat menyaksikan satu ronde lagi. Matias terus maju, mendaratkan kombinasi, namun walau ukuran pukulan Valenzuela menurun, ketangguhannya tidak, dikarenakan Valenzula menolak untuk menyerah pasca mendapatkan banyak kesempatan untuk melakukannya.

    Sebuah pukulan kanan yang digunakan dihadiri oleh dengan hook kiri, memaksa Valenzuela berlutut. Saat sang petarung kembali berdiri, wasit menghentikan laga. Kedua petarung ini berpelukan setelahnya sebuah laga yang dimaksud melelahkan lalu menguras tenaga.