Tag: Shin Tae-yong

  • Shin Tae-yong tak gugup jelang laga pertama dengan Persija

    Shin Tae-yong tak gugup jelang laga pertama dengan Persija

    Ibukota – Pembimbing kepala Persija Ibukota Shin Tae-yong (STY) mengaku tidaklah gugup menjauhi kompetisi liga Indonesia sama-sama Macan Kemayoran, ketika melakoni laga tandang bertarung dengan Borneo FC di pekan pertama BRI Super League 2026/27 dalam Stadion Segiri Samarinda, Hari Sabtu waktu malam pukul 19.00 WIB.

    Pernyataan itu disampaikan STY akibat beliau sudah ada mengenal sepak bola Nusantara cukup lama, teristimewa pasca melatih grup Garuda selama lima tahun.

    “Dibandingkan pembimbing lain, kelihatannya perasaan saya terpencil lebih besar tenang. Karena saya telah miliki pengalaman lima tahun pada Indonesia, meskipun sebelumnya dengan Timnas. Walau itu laga pertama di liga, saya sangat percaya terhadap pemain saya. Jadi saya tidak ada merasa terbebani," kata STY, disitir dari laman resmi Persija, Sabtu.

    Sebelumnya, beberapa persiapan telah terjadi dijalankan Persija mendekati Super League. Mereka berlaga di Piala Presiden, berikutnya menjalani pemusatan latihan pada Thailand, lalu juga mengatur laga uji coba pada DKI Jakarta bertarung dengan Brisbane Roar serta Semen Padang.

    Untuk dua uji coba terakhir, Persija bahkan menang meyakinkan menghadapi lawannya, yakni ketika membantai Brisbane Roar 4-0 juga mengalahkan Semen Padang 3-0.

    Sementara, perihal kekuatan Borneo, pembimbing selama Korea Selatan itu mengungkapkan pasukan tuan rumah tidak lawan yang digunakan mudah. Mereka adalah kelompok runner-up musim lalu, yang tersebut juga memproduksi Macan Kemayoran tak pernah menang di dua pertarungan terakhir.

    Pada pertarungan pertama, Persija kalah 1-3 serta pada reuni kedua pasukan kebanggaan Jakmania itu bermain imbang 2-2 di lumbung sendiri.

    “Borneo adalah pasukan peringkat kedua musim lalu. Karena itu pertandingan tandang bagi kami, itu sanggup bermetamorfosis menjadi pertandingan yang dimaksud sulit. Tapi kami telah lama bersiap dengan baik," ucap STY.

    Lebih lanjut, kapten pasukan Rizky Ridho optimistis timnya mengakibatkan pulang tiga poin dari Samarinda. Dia percaya optimisme itu akan terjadi pasca Persija menjalani pramusim dengan baik.

    "Kami telah mempersiapkannya dengan baik, kami pun melakukan pre-season bersama-sama dengan baik. Semoga besok kami bisa saja menerapkan apa yang diberikan ahli selama ini serta kami bisa jadi mengakibatkan pulang tiga poin,” ucap Ridho.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kalahkan Borneo, STY sebut Persija baru tunjukkan 50 persen kemampuan

    Kalahkan Borneo, STY sebut Persija baru tunjukkan 50 persen kemampuan

    Ibukota – Pelatih kepala kepala Persija DKI Jakarta Shin Tae-yong (STY) mengumumkan timnya baru menunjukkan 50 persen kemampuan pada waktu berhasil mengalahkan tuan rumah Borneo FC pada pekan pertama BRI Super League 2026/27 dalam Stadion Segiri Samarinda, Sabtu.

    Gol kemenangan Persija pada laga ini dicetak melalui sundulan Alexander Jemerejeff pada menit ke-45+1 pasca striker dengan syarat Swedia itu memanfaatkan umpan crossing Kerim Memija.

    “Jujur saja, hari ini kami baru menunjukkan sekitar 50 persen dari performa kami yang dimaksud sebenarnya. Meski begitu, di akhir sesi pertama, Alex juga para pemain terus fokus hingga bisa jadi mencetak gol juga menang," kata STY, disitir dari laman resmi Persija, Minggu.

    Pelatih selama Korea Selatan itu merasa pada laga ini Pesut Etam sebagai regu tuan rumah bermain lebih lanjut baik jika dibandingkan timnya. Namun, kata dia, unsur yang digunakan menimbulkan timnya meninggalkan sebagai pemenang adalah oleh sebab itu tampil efektif di menyelesaikan peluang.

    "Alasan kami bisa jadi menang adalah keberhasilan memanfaatkan penyelesaian akhir dari umpan silang Alex juga Memo yang dimaksud lebih lanjut tajam dari lawan,” kata STY.

    Ini merupakan kemenangan pertama Persija bertarung dengan Borneo ke Samarinda di delapan tahun terakhir. Kemenangan gemilang terakhir itu terjadi pada September 2018 dengan skor yang mana sama, yaitu 1-0.

    Gol kemenangan Macan Kemayoran ketika itu dicetak oleh Novri Setiawan pada menit-menit akhir. Adapun pada musim itu Persija mengundurkan diri dari sebagai juara liga.

    “Saya pun ingin mengucapkan selamat untuk pemain. Setahu saya, Persija tidaklah pernah menang ke Kalimantan selama delapan tahun, namun akhirnya kami bisa saja menang," ucap STY.

    "Pemain sangat kesulitan, tetapi para pemain tiada kehilangan konsentrasi hingga akhir. Saya sungguh ingin memuji kerja keras mereka,” tambah dia.

    Kemenangan di dalam laga perdana ini mengantarkan Persija menempati peringkat keempat klasemen sementara dengan tiga poin. Pada laga berikutnya, mereka itu akan menghadapi musuh bebuyutan Persib Bandung.

    Laga bertajuk Derbi Nusantara ini akan dihelat di dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno, Ibukota pada akhir pekan depan, Hari Sabtu (12/9) pukul 15.30 WIB.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Perbandingan Prestasi Shin Tae-yong vs Indra Sjafri ketika Latih Timnas Indonesia U-20

    Perbandingan Prestasi Shin Tae-yong vs Indra Sjafri ketika Latih Timnas Indonesia U-20

    Ligapedianews.com – Timnas Indonesia U-20 terpaksa mengubur mimpinya tampil di tempat Piala Bumi U-20 pasca tersingkir pada fase grup Piala Asia U-20 2025. Hasil minor itu diketahui pasca pasukan Indra Sjafri kalah 1-3 dari Uzbekistan Stadion Shenzhen Youth Football Training Base Centre, Hari Minggu (16/2/2025).

    Penggemar di tempat Tanah Air pun mulai sibuk membicarakan mengenai perbandingan Indra Sjafri vs Shin Tae-yong. Sewaktu Timnas Indonesia U-20 ditangani pembimbing selama Korea Selatan itu, Skuad Garuda Muda mampu menahan imbang Uzbekistan.

    Ini berbanding terbalik pada waktu Timnas Indonesia U-20 ditangani Indra Sjafri. Skuad Garuda Muda harus menelan kekalahan 1-3 dari Uzbekistan.

    Kendati sama-sama tidak ada lolos ke fase selanjutnya, namun Shin Tae-yong dianggap berhasil menangani Timnas Indonesia U-20 ketimbang Indra Sjafri. Penggunawan akun X (dulunya Twitter), @reze_tolka mengungkapkan bahwa anak asuh Indra Sjafri telah dilakukan menjalani kumpulan pemusatan latihan dan juga pertandingan internasional, termasuk TC pada Como 1907 (Italia), Turnamen Toulon (Prancis), Seoul Earth On Us Cup 2024 (Korea Selatan), TC di dalam Jepang, hingga Mandiri U-20 Challenge Series 2024. Namun, hasilnya di tempat luar ekspektasi penggemar sepak bola dalam Tanah Air.

    Perbandingan Indra Sjafri vs Shin Tae-yong

    Dari segi gelar kejuaraan juara, Indra Sjafri lebih besar unggul akibat telah terjadi dua kali menyebabkan Timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF U-19. Sementara itu, Shin Tae-yong belum meraih gelar kejuaraan juara di tempat level usia muda.

    Namun, Shin Tae-yong berhasil mengakibatkan Timnas Indonesia U-20 lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2023. Keduanya miliki kelebihan juga kekurangan masing-masing. Shin Tae-yong dikenal dikarenakan ketegasannya kemudian kemampuannya di meningkatkan kualitas fisik serta mental pemain.

    Sementara itu, Indra Sjafri dikenal akibat kemampuannya pada membina pemain muda kemudian merancang pasukan yang mana solid. Kesimpulannya, tidak ada ada jawaban yang pasti mengenai siapa yang tersebut lebih lanjut baik pada antara keduanya. Keduanya memiliki kontribusi yang mana besar pada mengembangkan sepak bola usia muda di dalam Indonesia.

  • Shin Tae-yong Ngaku Dipecat 6 Januari 2025 Pagi, Siangnya Diberi Tahu Pelatih Baru Akan Tiba

    Shin Tae-yong Ngaku Dipecat 6 Januari 2025 Pagi, Siangnya Diberi Tahu Pelatih Baru Akan Tiba

    ligapedianews.com JAKARTA – Mantan instruktur Timnas Indonesia , Shin Tae-yong, mengungkapkan pengalaman mengejutkan di area balik pemecatannya dari kursi ahli kepala. Pelatih jika Korea Selatan itu mengaku baru diberitahu tentang langkah yang disebutkan pada tanggal 6 Januari 2025 pukul 09:40 pagi, cuma beberapa jam sebelum diberitahukan ke publik.

    “Saya diberitahu tentang pemecatan saya pada pukul 09:40 pagi tanggal 6 Januari, kemudian pada siang hari saya diberitahu bahwa instruktur baru akan datang,” ujar Shin Tae-yong terhadap Yonhap News dikutipkan akun X, @idextratime.

    Keputusan mendadak tersebut, menurut Shin Tae-yong, cukup sulit dipahami. Namun, ia mencoba untuk menerima dengan lapang dada. “Saya bukan sanggup memahami kebijakan ini, tetapi saya menerimanya dengan rendah hati,” tambahnya.

    Shin Tae-yong Ngaku Dipecat 6 Januari 2025 Pagi, Siangnya Diberi Tahu Pelatih Baru Akan Tiba

    Selama hampir lima tahun menakhodai Timnas Indonesia, Shin Tae-yong meninggalkan warisan prestasi yang membanggakan. Ia berhasil mengakibatkan Timnas Indonesia: Runner-up Piala AFF 2020, Semifinalis Piala AFF 2022
    16 besar Piala Asia 2023 (pertama kali di sejarah), Babak ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026 zona Asia, Shin Tae-yong juga menghadirkan Timnas U-23 melangkah hingga semifinal Piala Asia U-23 2024, sebuah capaian yang belum pernah diraih sebelumnya.

    Meski merasa kecewa, Shin Tae-yong menyatakan kecintaannya pada Indonesia tiada akan pudar. Ia berjanji akan kerap kembali ke Tanah Air meskipun saat ini fokusnya beralih ke karier di dalam Korea Selatan.

    “Meskipun saya akan pulang (ke Korea Selatan), saya berencana untuk kerap kembali (ke Indonesia) akibat saya mencintai Indonesia,” ungkapnya.

    Posisi Shin Tae-yong pada masa kini digantikan oleh Patrick Kluivert, mantan pemain bintang selama Belanda. Dengan pengalaman internasionalnya, Kluivert diharapkan mampu menyebabkan Timnas Indonesia ke level yang mana lebih lanjut tinggi, melanjutkan fondasi yang digunakan telah lama dibangun oleh Shin Tae-yong.

    Keputusan ini menandai sesi baru bagi sepak bola Indonesia, walau meninggalkan catatan emosional dari sosok yang dimaksud sudah memberikan partisipasi besar selama lima tahun terakhir.

  • Profil Nurdin Halid, Eks Ketum PSSI yang mana Sebut Shin Tae-yong Tak Punya Peran pada waktu Timnas Indonesia Tekuk Arab Saudi

    Profil Nurdin Halid, Eks Ketum PSSI yang mana Sebut Shin Tae-yong Tak Punya Peran pada waktu Timnas Indonesia Tekuk Arab Saudi

    ligapedianews.com Nurdin Halid, mantan Ketua Umum PSSI, kembali menjadi perhatian pasca mengkritisi peran Shin Tae-yong di kemenangan Timnas Indonesia melawan Arab Saudi. Artikel ini juga mengkaji perjalanan karier Nurdin, termasuk sumbangan kemudian kontroversi yang tersebut menyertainya.

    Dalam sebuah wawancara, Nurdin sempat mengungkapkan apabila pasca rangkaian hasil buruk Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Planet 2026, para pemain memilih untuk mengatur strategi sendiri dan juga bukan murni lantaran strategi Shin Tae yong.

    “Saya dengar kabar, semua pemain itu telah ada dinamika dengan pembimbing pasca laga di dalam China, juga puncaknya pada waktu menang menghadapi Arab Saudi. Para pemain berkumpul tanpa STY, bermain dengan mengatur strategi sendiri kemudian tidak murni strateginya STY,” ungkap Nurdin Halid.

    Tidak hanya sekali itu, Nurdin juga sempat sindir STY yang digunakan tidaklah mempunyai satupun prestasi ketika menjadi pelatih. Menurut eks Ketum PSSI itu, prestasi terbesar instruktur selama Korea Selatan itu adalah mengakibatkan Indonesia ke Semifinal Piala Asia 2023.

    Politisi Golkar ini juga mengumumkan jikalau Timnas Indonesia pada pada waktu dirinya mengatur pada tahun 2003 lalu sangat lebih banyak baik dikarenakan dipenuhi dengan pemain lokal, tiada seperti sekarang yang mana penuh pemain naturalisasi tetapi tak menciptakan peringkat apa-apa.

    Pernyataan Nurdin Halid terhadap Shin Tae-yong menuai berbagai tanggapan dari publik.

    Profil Nurdin Halid

    Nurdin Halid atau yang miliki nama lengkap Andi Muhammad Nurdin Halid lahir pada 17 November 1958, di dalam Watampone, Sulawesi Tenggara. Dalam riwayat pendidikannya, ia menghabiskan waktu SD, hingga SMA di area tanah kelahirannya Watampone.

    Pada tahun 1977, Nurdin terdaftar sebagai pelajar IKIP Makassar Jurusan Perekonomian Perusahaan. Barulah setelahnya itu ia mulai menjalani kariernya yang dimulai dengan menduduki kedudukan PPK Daerah Gowa di tempat tahun 1983.

    Dalam riwayat kariernya, Nurdin tercatat pernah menjabat sebagai Dirut Puskud Hasanuddin Sulsel tahun 1991, hingga jadi Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) pada 1998.

    Setelah itu, dirinya mulai masuk ke ranah PSSI pasca dipercaya menduduki jabatan Ketua Lingkup Pembinaan Prestasi PSSI pada 1999. Hingga pada tahun 2003, ia ditunjuk menjadi Ketua Umum PSSI.

    Sebelumnya di tempat tahun 1999, Nurdin sempat meraih kemenangan Pemilihan Umum yang tersebut membuatnya menjabat sebagai Anggota DPR/MPR RI 1998-1999 Dan 1999-2004.

  • Inilah Ramalan Jitu Hard Gumay yang dimaksud Meramal Shin Tae-Yong Dipecat

    Inilah Ramalan Jitu Hard Gumay yang dimaksud Meramal Shin Tae-Yong Dipecat

    ligapedianews.com Keputusan mengejutkan datang dari Federasi Sepak Bola Indonesia ( PSSI ) yang mana mengakhiri pembimbing Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong, di dalam sedang upayanya menghadirkan Timnas mencetak sejarah di dalam Piala Dunia. Keputusan ini tak semata-mata menuai kontroversi, tetapi juga seolah membuktikan kebenaran ramalan sosok indigo, Hardiansyah Gumay atau Hard Gumay.

    Pada tahun 2021, Hard Gumay pernah meramalkan perjalanan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Shin Tae-Yong. Dalam sebuah video yang mana diunggah di dalam akun TikTok @zunrafflesia05, ia menyebutkan bahwa pembimbing jika Korea Selatan itu tiada akan bertahan lama dengan Timnas.

    “Shin Tae-Yong adalah sosok bertangan dingin, melatih dengan disiplin, keras, juga ambisius. Namun, saya meninjau bahwa di 3 hingga 5 tahun ke depan, akan ada pergantian pembimbing di dalam Timnas Indonesia,” ungkap Hard Gumay. Ia juga menyatakan bahwa pergantian yang disebutkan akan disertai dengan pro serta kontra yang mana menyebabkan gaduh masyarakat.

    Kini, ramalan yang dimaksud terbukti benar. Shin Tae-Yong, yang mana sebelumnya menyebabkan Timnas Indonesia mencatatkan data berbagai pencapaian signifikan, resmi didepak sebelum kontraknya berakhir pada 2027.

    Pemecatan Shin Tae-Yong ini memicu reaksi. Menurut Hard Gumay, terdapat ketidaksepakatan antara ahli serta pihak perekrut yang akhirnya menjadi pemicu tindakan ini.

    Banyak netizen menduga pelanggaran yang disebutkan terkait kontrak kerja Shin Tae-Yong yang seharusnya berlaku hingga 2027. Keputusan ini pun menyebabkan pro juga kontra di tempat kalangan masyarakat, sesuai dengan apa yang dimaksud diramalkan Hard Gumay.

    Kabar pemecatan ini menimbulkan gaduh jagat maya. Sebagian besar rakyat menyesalkan tindakan PSSI yang mana dianggap tidak ada menghormati kontribusi besar Shin Tae-Yong. Namun, tak sedikit pula yang dimaksud membantu langkah ini dengan alasan perlunya penyegaran di kepemimpinan.

    Terlepas dari kontroversi yang dimaksud ada, fakta bahwa ramalan Hard Gumay menjadi kenyataan telah lama menambah daya tarik cerita di tempat balik perjalanan Timnas Indonesia. Shin Tae-Yong sekarang diprediksi akan kembali ke Korea Selatan, sementara masyarakat mengawaitu sosok pembimbing baru yang akan melanjutkan perjuangan Timnas ke depan.

  • Jika Shin Tae-yong Dipecat, Timnas Indonesia Gagal ke Piala Global 2026, Exco Mau Out?

    Jika Shin Tae-yong Dipecat, Timnas Indonesia Gagal ke Piala Global 2026, Exco Mau Out?

    Ligapedianews.com Isu pemecatan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia memicu gelombang mengecam besar di dalam media sosial. Tagar-tagar seperti #ExcoOut kemudian #SaveShinTaeYong mendominasi lini masa Twitter, dengan netizen melontarkan kritik tajam untuk jajaran pengurus PSSI, khususnya Komite Eksekutif (Exco).

    Rumor pemecatan STY berhembus setelahnya beredar komentar di area sosial media Instagram terkait pernyataan anggota Exco PSSI Khairul Anwar yang dimaksud memberikan arahan perpisahan untuk Shin Tae-yong. Adapun, PSSI melalui anggota Exco PSSI Vivin Cahyani menegaskan belum ada pembahasan tentang pemecatan Shin Tae-yong.

    Kendati sudah ada dibantah oleh PSSI, percakapan tentang nasib Shin Tae-yong terus bergulir di dalam media sosial. Netizen bahkan meminta-minta exco PSSI mundur apabila Shin Tae-yong dipecat lalu Timnas Indonesia gagal ke Piala Planet 2026.

    Pengguna Twitter dengan nama akun @anaksingaroar menulis, “Semua jajaran PSSI juga harus mundur sih ini.” Nada sejenis diungkapkan oleh @itslemonrock, yang tersebut berkomentar, “Exco identik kaki tangannya juga harus out sih.”

    Akun lain, @losingones, menyuarakan aspirasi yang digunakan senada: “Betul, kalau mampu semua dengan Exconya bg” Bahkan, @AisyahCeria1 mengultimatum, “Semua Exco jajaran PSSI harus mundur kalau gagal bawa Timnas ke Pildun.”

    Dukungan untuk Shin Tae-yong

    Banyak dari netizen juga menyoroti partisipasi Shin Tae-yong yang dinilai telah terjadi mengakibatkan pembaharuan signifikan bagi Timnas Indonesia. Sejak ditunjuk pada 2020, ahli jika Korea Selatan ini berhasil memperbaiki performa Timnas, baik pada level senior maupun kelompok umur, termasuk mengakibatkan Timnas U-20 lolos ke Piala Asia U-20 2023.

  • Shin Tae-yong Dipecat, Pelatih Top Eropa Masuk Tangani Timnas Indonesia?

    Shin Tae-yong Dipecat, Pelatih Top Eropa Masuk Tangani Timnas Indonesia?

    Ligapedianews.com Laporan terbaru dari media Italia, Tuttosport, mencuatkan kabar mengejutkan terkait masa depan Shin Tae-yong sebagai instruktur Timnas Indonesia . Menurut laporan tersebut, Ketua Umum PSSI Erick Thohir dikabarkan berencana menggantikan pembimbing selama Korea Selatan itu dengan seseorang instruktur Eropa yang digunakan lebih tinggi berpengalaman, dengan tujuan besar menghadirkan Timnas Indonesia lolos ke Piala Global 2026.

    Erick Thohir yang mana memiliki ambisi besar untuk menghadirkan Indonesia ke Piala Bumi 2026, diyakini menginginkan inovasi besar dalam lini kepelatihan Timnas. Meskipun kedudukan Indonesia pada waktu ini dalam Kualifikasi Piala Planet 2026 zona Asia masih berpeluang, terpaut hanya sekali satu poin dari Australia dalam sikap ketiga Grup C, sejumlah pihak merasa bahwa gaya kepelatihan Shin Tae-yong, yang tersebut lebih banyak fokus pada peningkatan fisik kemudian daya tahan, belum cukup untuk meraih hasil maksimal.

    Pergantian pembimbing ini mengejutkan sejumlah kalangan, mengingat Timnas Indonesia masih miliki prospek lolos ke putaran final Piala Global 2026. Namun, laporan Tuttosport menyebutkan bahwa Erick Thohir telah merencanakan langkah besar dengan menyebabkan instruktur Eropa yang mana mampu memberikan gebrakan baru bagi tim. Rencananya, instruktur baru ini akan mulai menangani Timnas Indonesia pada pertandingan melawan Australia juga Bahrain pada Maret 2025.

    Beberapa nama besar jika Belanda dikabarkan masuk di daftar kandidat pembimbing baru Timnas Indonesia. Salah satunya adalah Phillip Cocu, mantan ahli PSV Eindhoven serta Vitesse Arnhem, yang pada masa kini menganggur. Cocu miliki rekam jejak gemilang, termasuk tiga gelar kejuaraan Eredivisie dengan PSV. Pengalamannya di bekerja dengan pemain muda di area Vitesse dapat menjadi nilai tambah untuk pengembangan pemain Indonesia.

    Kemudian ada Erik Ten Hag, yang mana baru sekadar dipecat oleh Manchester United pada Oktober 2024. Ten Hag terkenal dengan kemampuannya di mengembangkan taktik permainan yang digunakan solid dan juga pendekatan untuk pemain muda, yang membuatnya menjadi kandidat ideal untuk membimbing Timnas Indonesia menuju Piala Dunia.

    Nama Giovanni van Bronckhorst, mantan instruktur Feyenoord lalu Besiktas, juga muncul sebagai kandidat. Pelatih berdarah Indonesia ini dikenal sebagai pembimbing yang mampu merancang regu dengan keseimbangan antara pertahanan lalu serangan, juga memiliki pengalaman internasional yang digunakan luas.

    Ada juga nama Frank Rijkaard, mantan instruktur Barcelona yang dimaksud sukses meraih dua penghargaan La Turnamen kemudian satu trofi Kejuaraan Champions. Meski sudah ada lama bukan melatih, Rijkaard masih menjadi sosok yang dihormati di dunia pelatihan. Pengalaman internasionalnya, teristimewa ketika menangani pemain bintang seperti Lionel Messi, bisa saja menghadirkan nuansa baru untuk Timnas Indonesia yang digunakan membutuhkan pengalaman tingkat dunia.

    Terakhir, Frank de Boer, mantan instruktur Ajax kemudian Inter Milan, juga menjadi kandidat kuat. De Boer mempunyai hubungan dekat dengan Erick Thohir ketika menjabat presiden Inter Milan, kemudian pengalaman melatih klub-klub besar di dalam Eropa membuatnya menjadi pilihan menarik.

  • Khairul Anwar Ubah Akun IG Jadi Privasi usai Kirim Pesan Pesan Perpisahan untuk Shin Tae-yong

    Khairul Anwar Ubah Akun IG Jadi Privasi usai Kirim Pesan Pesan Perpisahan untuk Shin Tae-yong

    Ligapedianews.com Akun Instagram Khairul Anwar diubah menjadi privasi pasca menciptakan gempar jagat maya dengan mengunggah instruksi yang mana seolah-olah menjadi tanda perpisahan untuk Shin Tae-yong . Unggahan yang dimaksud sontak memicu berbagai ramalan pada kalangan penggemar sepak bola Tanah Air.

    “Terima kasih Shin Tae-yong melawan kebersamaannya selama ini. Kamu masih menjadi bagian sejarah metamorfosis sepak bola Indonesia,” tulis Khairul pada akun Instagram pribadinya.

    Apakah ini berarti Shin Tae-yong segera meninggalkan kursi kepelatihan Timnas Indonesia? Atau apakah ada maksud lain di area balik arahan tersebut? Atau anggota PSSI telah mulai terbelah suaranya gara-gara Shin Tae-yong?

    Hingga ketika ini, Khairul Anwar belum memberikan penjelasan resmi mengenai hal ini. Sementara itu, Vivin Cahyani menuturkan bahwa sejauh ini belum ada langkah resmi dari PSSI terkait isu Shin Tae-yong.

    “Belum ada tindakan resmi dari PSSI,” tutur Anggota Exco PSSI.

    Saat ini Timnas Indonesia sedang fokus mempersiapkan laga di area putaran ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026. Kans Skuad Garuda lolos ke pesta sepak bola bergengsi itu cukup terbuka.

    Saat ini Timnas Indonesia berada di tempat sikap ketiga dengan mengakumulasi enam poin. Poin itu dari sekali menang, tiga kali imbang, serta dua kali kekalahan.

    Timnas Indonesia akan kembali berlaga di fase Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026 zona Asia, pada periode Maret 2025 Mereka akan melawan Australia (20/3/2025) juga Bahrain (25/3/2025).

  • Shin Tae-yong Dipecat? Belajarlah Kesalahan dari Pemecatan Luis Milla

    Shin Tae-yong Dipecat? Belajarlah Kesalahan dari Pemecatan Luis Milla

    Ligapedianews.com Unggahan kontroversial Khairul Anwar dalam media sosial telah dilakukan mengguncang jagat sepak bola Indonesia. Pesan perpisahan yang dimaksud ditujukan untuk Shin Tae-yong memicu ramalan mengenai masa depan pembimbing selama Korea Selatan tersebut.

    Situasi ini mengingatkan penggemar sepak bola di tempat Tanah Air pada persoalan hukum pemecatan Luis Milla beberapa waktu lalu. Apakah sejarah akan terulang kembali?

    Luis Milla merupakan salah satu ahli yang menyebabkan pembaharuan untuk sepak bola Indonesia dengan permainannya yang dimaksud khas. Pelatih jika Spanyol itu mengadopsi gaya permainan tiki-taka yang digunakan mengandalkan penguasaan bola, passing pendek, juga pergerakan tanpa bola yang tersebut cepat.

    Selain itu, Milla juga fokus pada pengembangan taktik individu pemain serta permainan pasukan yang mana solid. Salah satu sumbangan terbesar Luis Milla adalah pada pengembangan pemain muda Indonesia. Pelatih yang mana pernah menukangi Barcelona B ini memiliki visi jangka panjang untuk merancang timnas yang tersebut kuat dengan peserta muda berkualitas.

    Milla memberikan kesempatan untuk berbagai pemain muda untuk tampil pada timnas senior. Ia juga menerapkan metode latihan yang intensif dan juga modern untuk meningkatkan kemampuan teknis lalu taktikal para pemain.

    Namun pada 2018, masa bakti Milla bersatu Timnas Indonesia berakhir pasca PSSI memutuskan untuk tak membarui kontraknya. Pemutusan kontrak Luis Milla tentu semata mengakibatkan goncangan pada Timnas Indonesia. Para pemain yang digunakan telah terbiasa dengan gaya kepelatihan Milla harus beradaptasi dengan instruktur baru.

    Meski begitu, ada beberapa pemain andalan Milla yang tersebut hingga ketika ini masih mendapat kepercayaan dari Shin Tae-yong. Salah satunya adalah Asnawi Mangkualam.

    Pemain yang tersebut berposisi sebagai bek ini sempat memberi kejutan ketika dibawa oleh Luis Milla untuk menguatkan Timnas Indonesia U-23 dalam SEA Games 2017. Karena pada ketika itu beliau masih menjadi anggota Timnas Indonesia U-19 yang diasuh oleh Indra Sjafri pada waktu itu.

    Berkat polesan Milla, Asnawi miliki sejumlah kesempatan untuk bermain. Saat ini, ia menjadi salah satu pemain yang tersebut diandalkan Shin Tae-yong di tempat Timnas Indonesia.

    Pemutusan kontrak Luis Milla oleh PSSI merupakan tindakan yang digunakan kompleks dengan berbagai faktor yang memengaruhinya. Fenomena ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang tersebut terlibat pada sepak bola Indonesia, teristimewa terkait pentingnya komunikasi, stabilitas, juga visi jangka panjang di mendirikan sebuah pasukan nasional yang dimaksud sukses.