
Islamabad – Presiden Pakistan Asif Ali Zardari pada Kamis (18/6) menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad antara Amerika Serikat (AS) serta Iran yang dimaksud menggambarkan pencapaian yang dimaksud sebagai tonggak bersejarah bagi perdamaian regional lalu global.
Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif pada Kamis mengungkapkan MoU antara Amerika Serikat dan juga Iran sudah pernah ditandatangani secara elektronik oleh para pemimpin kedua negara kemudian dengan segera diberlakukan.
Dalam pernyataan yang mana dikeluarkan oleh Istana Kepresidenan Pakistan, Zardari mengemukakan konflik yang dimaksud sudah menyebabkan penderitaan yang tersebut luar biasa bagi penduduk pada seluruh kawasan dan juga sangat mengganggu pasokan energi, perdagangan, kemudian stabilitas ekonomi global.
Dia menyampaikan harapan agar tragedi semacam itu tak terulang kembali lalu negara-negara dalam kawasan yang disebutkan sekarang akan memusatkan upaya dia pada pembangunan, kemakmuran, dan juga peningkatan kesejahteraan rakyat.
Zardari menyampaikan Pakistan mempertahankan pendekatan yang dimaksud berprinsip, seimbang, lalu konstruktif selama terjadinya krisis dengan secara konsisten mengadvokasi dialog, pengendalian diri, juga penyelesaian sengketa secara damai sambil masih berinteraksi dengan semua pihak yang mana terlibat.
Dia juga mengapresiasi upaya para pemimpin Negeri Paman Sam maupun Iran pada mengupayakan solusi diplomatik untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Presiden itu juga mengakui dukungan dari China, Qatar, Arab Saudi, Turkiye, Mesir, lalu Rusia, lalu menyatakan upaya mereka untuk memacu dialog telah terjadi berkontribusi pada kemajuan perdamaian.
Menyerukan implementasi penuh MoU Islamabad, Zardari mendesak semua pihak untuk berupaya mencapai kesepakatan akhir pada jangka waktu yang mana telah dilakukan ditentukan guna menegaskan perdamaian kemudian stabilitas yang digunakan berkelanjutan.
"Pahlawan adalah mereka yang telah terjadi mengakhiri perang, bukanlah merekan yang tersebut ingin memulainya," kata Zardari.
"Perang semata-mata menghadirkan kehancuran juga penderitaan. Kedamaian bermetamorfosis menjadi satu-satunya jalan menuju kemajuan," imbuhnya, seraya menambahkan bahwa Pakistan akan mempertahankan solidaritas dengan negara-negara regional di mengupayakan perdamaian, stabilitas, juga kemakmuran bersama. i
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



