berita viral

JD Vance: Kekuatan militer bukanlah solusi semua hambatan

Istanbul – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, Kamis (18/6) mengoreksi kepanikan yang muncul pada tanah Israel terkait nota kesepahaman yang digunakan baru ditandatangani antara Amerika Serikat kemudian Iran juga menekankan bahwa pemakaian kekuatan militer bukan dapat berubah menjadi solusi bagi seluruh persoalan keamanan nasional.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Vance memaparkan dirinya menyimpulkan reaksi berlebihan yang tersebut muncul pada negara Israel terasa ganjil akibat didasari oleh ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat.

“Saya menganggap kepanikan yang digunakan terbentuk di tanah Israel ini agak aneh akibat menurut saya hal itu berasal dari ketidakpercayaan. Padahal Amerika telah terjadi memperoleh kepercayaan dari kawasan tersebut,” kata Vance.

Ia menegaskan bahwa Washington telah lama memberikan dukungan yang mana besar untuk negara Israel kemudian pemerintahnya selama bertahun-tahun. Karena itu, menurutnya, anggapan bahwa kesepakatan dengan Iran merupakan perjanjian yang buruk tidaklah didukung oleh fakta.

“Kami telah lama melakukan berbagai hal untuk entitas kemudian pemerintah tersebut. Gagasan bahwa kami menimbulkan kesepakatan yang buruk tiada didukung oleh fakta lalu tidak ada masuk akal apabila meninjau panjangnya hubungan yang digunakan telah dilakukan terjalin,” ujarnya.

Vance mengakui bahwa sebagian besar kalangan urusan politik juga penduduk negeri Israel sangat sensitif terhadap kesepakatan tersebut. Menurutnya, kepanikan yang muncul sebagian dipicu oleh informasi yang tersebut keliru mengenai isi perjanjian.

Ia juga menyinggung kritik yang digunakan disampaikan Kepala otoritas keamanan nasional negeri Israel Itamar Ben-Gvir lalu Kepala otoritas keuangan Bezalel Smotrich terhadap kesepakatan tersebut.

“Respons saya untuk merekan adalah, apa sebenarnya usulan Anda? Anda adalah entitas dengan sembilan jt penduduk. Anda tiada sanggup menyelesaikan setiap hambatan keamanan nasional cuma dengan membunuh,” kata Vance.

Ia memandang kesepakatan yang disebutkan akan memberikan kegunaan bagi seluruh kawasan Timur Tengah, globus internasional, diantaranya tanah Israel sendiri.

Menurut Vance, perjanjian itu sudah pernah berhasil mencapai salah satu tujuan utama Amerika Serikat, yakni mengakhiri kegiatan nuklir Iran.

“Kami telah terjadi menghancurkan kegiatan nuklir mereka. Kami telah dilakukan menyebabkan Iran ke titik dalam mana merek menawarkan beraneka hal yang, apakah nantinya benar-benar dilaksanakan atau tidak, masih harus dilihat. Namun enam bulan lalu, hal-hal itu bahkan belaka bisa saja dianggap sebagai impian,” ujarnya.

Vance menambahkan bahwa rute negosiasi masih penting diberikan kesempatan untuk berjalan. Ia menekankan pentingnya memandang tindakan Iran berdasarkan implementasi nyata, bukanlah hanya saja pernyataan.

“Mari kita biarkan serangkaian negosiasi ini berjalan. Mari kita lihat apakah tindakan Iran benar-benar sesuai dengan apa yang mana mereka itu katakan. Dan berikan sedikit penghargaan terhadap Amerika Serikat, yang mana menurut saya telah dilakukan berubah jadi mitra luar biasa bagi pemerintah negara Israel selama bertahun-tahun,” kata Vance.

Sumber: Anadolu

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles