
Ibukota – Duta Besar RI untuk Negeri Sakura Nurmala Kartini Sjahrir mengapresiasi peran Sekolah Indonesia Tokyo (SIT) untuk mengupayakan sekolah anak-anak Nusantara ke negara Asia Timur tersebut.
Apresiasi bagi pada guru, siswa, juga seluruh civitas akademika SIT satu di antaranya Komite Sekolah dan juga warga tua murid yang mana sudah pernah berkontribusi di kegiatan akademik disampaikan Dubes Kartini pada acara kelulusan atau Purnawidya sekolah.
“Hari Purnawidya adalah peluang untuk mensyukuri perjalanan panjang yang tersebut sudah pernah ditempuh. Jadikanlah kesempatan sekolah ke jenjang sebelumnya sebagai sebuah pengalaman hidup yang berharga,” kata Dubes Kartini di penjelasan tertoreh KBRI Tokyo, Kamis.
“Acara Purnawidya ini bukanlah titik akhir dari proses pendidikan. Sebaliknya, merupakan awal dari perjuangan berikutnya,” ujarnya, menambahkan.
Dalam acara yang dimaksud bertema “Cakrawala Ilmu, Jejak Mendunia” itu, banyaknya 47 siswa kemudian siswi dari jenjang TK hingga SMA dinyatakan lulus dari SIT.
Atase Pendidikan KBRI Tokyo Amzul Rifin, yang tersebut juga selaku Plt. Kepala SIT, menjelaskan perkembangan jumlah total partisipan didik ke sekolah yang dimaksud terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dari 165 kontestan didik pada tahun pelajaran sebelumnya, jumlahnya bertambah menjadi 174 kontestan didik pada awal Tahun Pelajaran 2025/2026, hingga mencapai 187 partisipan didik pada Mei 2026.
Peningkatan ini, menurut Amzul, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus berkembang terhadap SIT.
“Sepanjang tahun pelajaran ini, SIT terus berupaya menyesuaikan beraneka praktik akademik maupun non-akademik dengan kebijakan dari Kementerian Pendidikan RI,” katanya.
Dalam bidang pengembangan kepemimpinan, sekolah melaksanakan regenerasi organisasi siswa juga pelaku apel tidak ada hanya sekali pada jenjang SMA, tetapi juga pada jenjang SMP, sehingga kesempatan belajar mengatur dapat diperoleh sejak dini.
Selain itu, SIT sudah membentuk Tim Pencegahan lalu Penanganan Kekerasan (TPPK) dalam lingkungan sekolah yang mana melibatkan unsur guru serta partisipan didik agar tercipta lingkungan belajar yang dimaksud aman.
Pada bidang akademik hasil Tes Kemampuan Akademik kontestan didik jenjang SD, SMP, kemudian SMA berada di dalam berhadapan dengan rata-rata nasional maupun rata-rata Sekolah Indonesia Luar Negeri.
“Terima kasih terhadap seluruh pemukim tua, komite sekolah, mitra sekolah, para guru, tenaga kependidikan, lalu tentunya KBRI Tokyo yang dimaksud telah dilakukan mengupayakan penyelenggaraan sekolah pada SIT,” ujar Amzul.
Lebih lanjut Amzul menambahkan di bidang kesiswaan dan juga prestasi, kontestan didik SIT menunjukkan pencapaian yang membanggakan. Diantaranya pada Olimpiade Sains Nasional, salah satu partisipan didik berhasil bermetamorfosis menjadi semifinalis OSN bidang Astronomi.
Sementara itu ke tingkat internasional kemudian lokal Jepang, partisipan didik juga menorehkan prestasi diantaranya pada Meguro English Speech Contest dengan penghargaan Best Delivery.
Dalam kompetisi antar-Sekolah Negara Indonesia Luar Negeri, SIT berhasil meraih berubah-ubah penghargaan dan juga menempatkan diri pada jajaran tiga besar pada beberapa cabang lomba, pada antaranya cipta cerpen, olimpiade matematika, lalu robotik.
Ketua Komite Sekolah Merry Astrid Indriasari pada sambutannya menyatakan harapan agar para siswa dapat meningkat berubah menjadi generasi yang inovatif serta kreatif lalu merawat setiap saat sikap sportivitas dan juga memiliki karakter yang dimaksud baik untuk menghargai proses, menghormati perbedaan sebagai bekal untuk meraih prestasi.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



