berita viral

Kemlu bantu pemulangan jenazah WNI alami kecelakaan kerja di dalam Hiroshima

Ibukota Indonesia – Kementerian Luar Negeri Republik Nusantara (Kemlu RI) membantu pemulangan jenazah orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang dimaksud meninggal akibat kecelakaan kerja ke Pusat Kota Ootake, Prefektur Hiroshima, Jepang.

Dalam pernyataan tertoreh di Jakarta, Jumat, Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menuturkan bahwa individu yang terjebak merupakan seseorang pekerja magang berinisial IK (21) dengan syarat Kota Purworejo, Jawa Tengah.

IK merupakan partisipan Technical Intern Training Inisiatif (TITP) yang tersebut telah terjadi berpartisipasi sejak Juni 2024. Korban meninggal globus usai terjepit mesin pembuat cat pada Rabu (2/9).

“Jenazah almarhum ketika ini sudah diberangkatkan dari Hiroshima menuju ke Tokyo untuk persiapan pemulangan ke Indonesia,” kata Heni Hamidah.

Ia menyatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Negara Indonesia (KBRI) ke Tokyo dan juga Konsulat Jenderal Republik Nusantara (KJRI) di Osaka telah terjadi berkoordinasi dengan Kepolisian Pusat Kota Ootake dan juga sebagian pihak terkait guna mengetahui penyebab terjadinya insiden tersebut.

Hingga pada waktu ini, penyelidikan masih berlangsung untuk memverifikasi kronologi serta faktor-faktor yang tersebut mengakibatkan terjadinya kecelakaan itu.

“Kemlu melalui KBRI Tokyo kemudian KJRI Osaka terus berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kepolisian Ootake Prefektur Hiroshima, organisasi penerima, juga pihak terkait lainnya guna menjamin seluruh langkah-langkah penanganan berjalan dengan baik, salah satunya pemenuhan hak-hak almarhum sesuai dengan ketentuan yang digunakan berlaku,” ujar Heni.

Menurut laporan media Jepang, Kyodo, otoritas setempat menerima panggilan darurat pada Rabu di malam hari bahwa individu laki-laki mengalami pendarahan pasca lehernya terjepit di pada mesin pengaduk dalam pabrik milik perusahaan produsen substansi kimia serta material Toda Kogyo Corp. ke Perkotaan Otake.

Menurut polisi, penderita pada waktu itu sedang bekerja individu diri pada proses produksi cat menggunakan mesin pengaduk dengan diameter kemudian kedalaman tiap-tiap sekitar 1,5 meter.

Polisi masih menyelidiki kronologi kemudian pemicu kecelakaan, antara lain dengan memeriksa rekaman kamera pengawas pada lokasi. Polisi mengungkapkan bukan ada saksi yang tersebut meninjau secara langsung kejadian tersebut.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence ke laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles