
Istanbul – Tim Houthi dilaporkan merebut Pulau Perim lalu kota Dhubab ke Provinsi Taiz, Yaman barat, sehingga meningkatkan kekuatan kendali merek berhadapan dengan Selat Bab al-Mandab, kata sumber militer pemerintah Yaman, Jumat.
Sumber yang dimaksud berbicara dengan kriteria anonim untuk Anadolu ini mengemukakan Houthi telah terjadi menguasai pulau yang pada bahasa Arab disebut Mayyun itu.
Menurut sumber tersebut, pengambilalihan Pulau Perim berarti Houthi telah terjadi menyelesaikan penguasaan mereka berhadapan dengan Selat Bab al-Mandab.
Namun demikian, hingga pukul 10.30 GMT (17.30 WIB), baik Houthi maupun pemerintah Yaman belum memberikan komentar resmi mengenai laporan perebutan pulau tersebut.
Pulau Perim miliki nilai strategis oleh sebab itu berada ke berada dalam Selat Bab al-Mandab serta membagi jalur pelayaran yang disebutkan berubah menjadi dua saluran.
Pengambilalihan itu diperkirakan meningkatkan kegelisahan regional kemudian internasional terkait keamanan maritim juga pergerakan kapal komersial lalu tanker energi melalui Bab al-Mandab.
Dalam perkembangan terkait, sumber militer Yaman itu menyatakan Houthi juga merebut Dhubab ke Provinsi Taiz, sehingga pasukan pemerintah Yaman mundur ke Provinsi Lahij dalam bagian barat daya.
Dhubab merupakan kota pesisir yang digunakan menghadap Selat Bab al-Mandab. Penguasaan kota yang dimaksud semakin menguatkan kendali Houthi menghadapi jalur perairan strategis itu.
Selat Bab al-Mandab menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan juga merupakan salah satu jalur terpenting globus bagi perdagangan internasional juga pengiriman energi.
Houthi sebelumnya merebut seluruh wilayah barat Provinsi Al-Hudaydah pasca memasuki Hays juga Al-Khawkhah. Mereka juga melakukan pergerakan melalui Taiz barat lalu merebut beberapa kota pesisir Laut Merah, di antaranya Mokha.
Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman dilaporkan memproduksi kemajuan pada Provinsi Al-Jawf, Yaman utara, kemudian melakukan aksi mendekati Al-Hazm, ibu kota provinsi tersebut.
Pertempuran juga masih berlangsung ke banyak front dalam Provinsi Marib, Al-Bayda, serta Al-Dhale.
Yaman dilanda konflik sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa kemudian sebagian provinsi pada September 2014. Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk menggalang pemerintah yang tersebut diakui secara internasional.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada portal web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



