
DKI Jakarta – Pasangan atlet panjat tebing Indonesia Raharjati Nursamsa dan juga Raji'ah Sallsabillah menyampaikan keberhasilan menyabet medali emas nomor speed mixed relay (estafet campuran) di World Climbing Series Guiyang 2026 dalam China, Sabtu, merupakan hasil kerja keras bersama.
"Saya sangat bahagia kemudian bersyukur bisa jadi mendapatkan medali emas," kata Raharjati pada keterang yang diterima di dalam Jakarta.
Raharjati mengutarakan keberhasilan yang dimaksud tidaklah diraih dengan persiapan khusus, melainkan melalui konsistensi latihan. Dia pun mengaku siap kembali memburu kesuksesan ketika tampil pada seri World Climbing Series Chongqing, China, pada 18-20 September.a
Pada seri berikutnya, Raharjati kembali akan berpasangan dengan Rajiah. Keduanya sebelumnya juga turun sama-sama pada seri Krakow, namun hanya saja mampu menempati peringkat keempat.
Sementara itu, Raji'ah mengaku puas sebab akhirnya mampu mempersembahkan medali emas.
Dia menyatakan hasil yang dimaksud berubah menjadi motivasi untuk terus meningkatkan penampilan setelahnya kegagalan meraih podium pada seri Krakow. Medali yang disebutkan semakin istimewa baginya, sebab berubah jadi emas pertama pada 2026.
"Saya hanya saja berupaya agar lebih lanjut bagus kemudian sekarang bisa jadi podium satu atau meraih emas," ujar dia.
Dalam seri Guiyang, Negara Indonesia menurunkan dua tim pada nomor speed relay campuran. Tim Indonesia 1 diperkuat Raharjati serta Raji'ah, sedangkan Negara Indonesia 2 diisi Antasyafi Robby Al Hilmi dan juga Kadek Adi Asih.
Pada final, Indonesia 1 menghadapi China 2 yang dimaksud diperkuat Mengli Zhang lalu Ziyu Zhou.
Raharjati serta Rajiah mencatatkan waktu 11,35 detik guna mengungguli China 2 yang digunakan membukukan 14,85 detik.
Sementara itu, Tim Amerika Serikat (AS) 1 yang mana diperkuat Samuel Watson lalu Emma Hunt meraih perunggu pasca mengalahkan Prancis 1 dengan waktu 11,85 detik berbanding 13,40 detik, yang digunakan diwakili Jerome Morel kemudian Capucine Viglione. Tim Indonesia 2 berhenti ke perempat final setelahnya kalah dari Negeri Paman Sam 1 dengan catatan 11,97 detik berbanding 11,46 detik.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



