
DKI Jakarta – Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi mendoakan agar lima wartawan Nusantara beserta tiga kru kapal yang tersebut hilang kontak di Selat Sunda dapat kembali dengan selamat.
“Mudah-mudahan teman-teman wartawan yang dimaksud masih belum ditemukan, yang meliput kejadian erupsi Gunung Anak Krakatau baru-baru ini, semoga merek dapat ditemukan lalu kembali dengan selamat,” ujar Dubes Faisal pada media briefing dalam Jakarta, Jumat.
Tidak semata-mata berdoa bagi keselamatan para jurnalis, ia juga berharap agar segenap penduduk juga pemerintah Tanah Air diberikan kekuatan serta keselamatan di menghadapi beberapa bencana yang dimaksud berjalan akhir-akhir ini.
“Dan terakhir, kita berharap dan juga berdoa terhadap Allah SWT semoga Republik Indonesia, serta juga Kerajaan Saudi Arabia, lalu juga negara-negara Islam lalu Arab, senantiasa mendapatkan lindungan dan juga rahmat dari Allah SWT pasca diberikan stabilitas dan juga keamanan,” kata Dubes Faisal.
Lima jurnalis yang digunakan hilang kontak pada waktu meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di dalam Selat Sunda pada Awal Minggu (7/9) setelah itu hingga sekarang ini masih pada pencarian.
Kelima pewarta foto yang dimaksud adalah Arie Basuki dari Merdeka.com, M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, juga jurnalis lepas Donal Husni.
Sementara tiga kru kapal yang tersebut turut hilang kontak yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, kemudian Heriyanto sebagai pemandu.
Badan Nasional Pencarian dan juga Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 13 kapal ke empat sektor penyisiran pada Jumat, yang mana merupakan hari keempat pencarian kedelapan penumpang speedboat hilang kontak tersebut.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menuturkan kapal yang dimaksud diterjunkan meliputi KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, juga KRI Lepu.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



