
DKI Jakarta (ANTARA) – Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau tak hanya sekali penting dibersihkan dari bodi kendaraan. Partikel yang mana bersifat abrasif juga dapat masuk ke beraneka komponen kemudian berisiko mengganggu kinerja kendaraan apabila dibiarkan terlalu lama.
Abu vulkanik berbeda dari debu biasa. Partikelnya dapat memiliki permukaan tajam sehingga memiliki kemungkinan menggores permukaan kendaraan. Ketika masuk ke mesin atau komponen bergerak, sifat abrasifnya juga dapat menyebabkan keausan.
Karena itu, pemilik mobil maupun motor yang digunakan berada pada wilayah terdampak abu sebaiknya tidak ada belaka mencuci bagian luar kendaraan, tetapi juga memeriksa beberapa komponen berikut.
1. Filter udara mesin
Filter udara berubah menjadi salah satu bagian yang tersebut paling penting diperhatikan. Abu vulkanik dapat menyumbat filter sehingga aliran udara menuju mesin terganggu.
Jika kendaraan permanen digunakan ketika berbagai abu beterbangan, partikel juga memiliki kemungkinan masuk menyeberangi sistem penyaringan. Kondisi yang disebutkan dapat meningkatkan risiko keausan pada komponen mesin. USGS mengumumkan abu vulkanik dapat menyumbat filter udara lalu merusak bagian mesin yang bergerak.
Karena itu, filter udara sebaiknya diperiksa juga diganti jikalau sudah ada terlalu kotor atau mengalami kerusakan.
2. Sistem rem
Abu yang menumpuk dalam sekitar sistem pengereman juga harus diperhatikan. Partikel abrasif dapat masuk ke area rem dan juga berpotensi mengganggu kinerjanya.
Risikonya semakin besar apabila kendaraan digunakan terus-menerus ke jalan yang tersebut dipenuhi abu. Pemeriksaan sistem rem pada bengkel berubah menjadi pilihan yang mana lebih banyak aman jikalau kendaraan terpapar abu di jumlah agregat banyak.
Baca juga: Brimob Sumut gunakan kendaraan AWC bersihkan jalan dari abu Sinabung
3. Radiator juga sistem pendingin
Abu vulkanik dapat menempel pada kisi-kisi radiator serta menghambat aliran udara yang dimaksud dibutuhkan untuk membantu pelepasan panas mesin.
Jika penumpukan cukup parah dan juga tak dibersihkan, kemampuan sistem pendinginan dapat terganggu. Karena itu, bagian depan radiator perlu diperiksa setelahnya kendaraan menyeberangi atau terpapar lingkungan yang digunakan dipenuhi abu.
4. Kondensor AC serta filter kabin
Sistem pendingin kabin juga tidaklah luput dari risiko. Abu dapat masuk melalui saluran udara kemudian menumpuk pada filter kabin maupun bagian sistem AC.
Jika kendaraan digunakan di dalam wilayah dengan sejumlah abu, sebaiknya periksa filter kabin juga bersihkan atau ganti apabila telah kotor. Membatasi masuknya udara dari luar juga dapat membantu menghurangi masuknya partikel ke pada kabin.
5. Kaca serta wiper
Bagian ini kerap dianggap sepele. Padahal, mengaktifkan wiper sewaktu kaca masih tertutup abu kering dapat menyebabkan permukaan kaca tergores.
Abu vulkanik miliki karakter abrasif. Karena itu, jangan segera menggunakan wiper atau mengelap kaca pada situasi kering. Bersihkan terlebih dahulu menggunakan air di total cukup sebelum membersihkan permukaannya.
6. Bagian kelistrikan serta alternator
Abu yang mana masuk ke ruang mesin juga dapat menempel pada berubah-ubah komponen kelistrikan. Kondisi ini harus diperhatikan teristimewa di mana penumpukan abu cukup tebal.
USGS mencatat abu vulkanik dapat mengganggu bermacam komponen elektronik. Dalam keadaan tertentu, abu yang digunakan basah juga dapat bersifat konduktif sehingga meningkatkan risiko gangguan jiwa listrik.
Karena itu, jikalau kendaraan terkena abu cukup tebal, pemeriksaan ruang mesin sebaiknya dijalankan oleh teknisi.
Baca juga: Cara benar bersihkan abu vulkanik yang dimaksud menempel pada kendaraan
7. Oli juga bagian di mesin
Bagian mesin bermetamorfosis menjadi salah satu komponen paling penting untuk diperiksa setelahnya kendaraan terpapar abu pada jumlah agregat besar.
Abu yang mana berhasil melintasi sistem penyaringan udara dapat masuk ke mesin serta bersifat abrasif terhadap komponen yang tersebut bergerak. USGS mengatakan bahkan konsentrasi abu yang relatif kecil pada pada mesin dapat menyebabkan kecacatan akibat keausan.
Jika kendaraan digunakan cukup lama di keadaan hujan abu, pemeriksaan filter udara serta kondisi oli sebaiknya dijalankan ke bengkel untuk memverifikasi bukan muncul kontaminasi atau keausan berlebih.
Jangan secara langsung mengelap abu kering
Selain memeriksa komponen, cara membersihkan kendaraan juga penting. Abu kering sebaiknya tak dengan segera digosok menggunakan kain dikarenakan partikel abrasif dapat menggores cat juga kaca.
Hindari pula menggunakan udara bertekanan secara sembarangan untuk meniup abu lantaran partikel dapat kembali beterbangan juga masuk ke bagian kendaraan lainnya.
Untuk kendaraan yang tersebut terkena abu cukup tebal, pemilik sebaiknya mengempiskan penggunaannya sampai proses pembersihan selesai. USGS juga menyarankan agar kendaraan bukan digunakan kecuali benar-benar diperlukan sewaktu hujan abu masih berlangsung.
Dengan demikian, membersihkan bodi sekadar belum cukup pasca kendaraan terkena abu vulkanik. Filter udara, rem, radiator, sistem AC, kaca dan juga wiper, komponen kelistrikan, dan juga bagian mesin juga perlu diperiksa agar abu tak berubah berubah jadi hambatan yang dimaksud lebih banyak serius, demikian merangkum dari beberapa sumber.
Baca juga: Abu vulkanik yang menempel ke kendaraan disarankan segera dibersihkan
Baca juga: Efek paparan abu vulkanik pada kendaraan



