berita viral

PBB kecam kembalinya konflik AS-Iran, desak dialog

Jenewa – Sejumlah pakar PBB mengecam kembali terjadinya konflik antara Amerika Serikat serta Iran dan juga mendesak kedua pihak segera menghentikan eskalasi dan juga kembali ke meja perundingan.

Dalam pernyataan yang dirilis Kamis, para pakar menyimpulkan kembalinya konflik yang dimaksud pecah hanya sekali beberapa pekan pasca disepakatinya nota kesepahaman dengan 14 butir mengancam keselamatan warga sipil, stabilitas kawasan, lalu upaya perdamaian.

Pengabaian terhadap komitmen pada kesepakatan yang dimaksud merobohkan prospek perdamaian, mengganggu hak asasi para orang yang terluka perang, juga mengurangi kekuatan kepercayaan yang mana diperlukan untuk mengakhiri konflik secara permanen, kata para pakar.

Mereka memaparkan serangan militer lalu serangan balasan yang berlangsung pada di malam hari 12 hingga 13 Juli menandai eskalasi besar dengan dampak yang tersebut dirasakan ke beberapa orang negara di dalam kawasan.

Para pakar juga menyatakan keprihatinan berhadapan dengan serangan terhadap kapal-kapal komersial dalam Selat Hormuz, yang mana mereka itu anggap bahwa kelainan di jalur yang dimaksud membahayakan pelaut sipil dan juga mengganggu perdagangan global.

"Warga sipil di seluruh kawasan tidaklah boleh menanggung akibat dari konflik ini," ujar mereka.

Para pakar mendesak semua pihak mematuhi hukum hak asasi manusia lalu hukum humaniter internasional, termasuk prinsip pembedaan sasaran, proporsionalitas, serta kehati-hatian.

Mereka juga mengutip laporan mengenai serangan terhadap pelabuhan, jaringan transportasi, infrastruktur energi, infrastruktur desalinasi dalam Iran, dan juga proyektil yang jatuh di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.

Berdasarkan data Kementerian Aspek Kesehatan Iran, sedikitnya 50 penduduk tewas kemudian lebih tinggi dari 500 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Para pakar menegaskan pemeliharaan terhadap warga sipil serta infrastruktur sipil ke Iran maupun kawasan harus berubah jadi prioritas.

Mereka juga menafsirkan gangguan mental terhadap jalur perdagangan maritim yang dimaksud berdampak pada mata pencaharian masyarakat ke berubah-ubah negara harus segera diakhiri.

Para pakar PBB kembali mendesak semua pihak meredakan ketegangan dan juga melanjutkan perundingan.

Sumber: Anadolu

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di website web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles