
Istanbul – Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump, Kamis, memaparkan bahwa kesepakatan kerja sejenis nuklir dengan Arab Saudi akan bergantung pada bergabungnya Riyadh ke pada Perjanjian Abraham (Abraham Accords).
"Kesepakatan Nuklir Sipil (Tidak akan ada pengayaan material!) yang dibuat antara Departemen Tenaga Amerika Serikat dan juga Arab Saudi, yang tersebut semata-mata berkaitan dengan penyelenggaraan non-militer seperti yang sudah ada dimiliki Iran serta UAE (dan negara lain), akan disetujui," tulis Trump dalam platform digital Truth Social.
Trump mengungkapkan bahwa perjanjian yang disebutkan "sepenuhnya bergantung pada bergabungnya Arab Saudi ke pada Perjanjian Abraham yang dimaksud sangat dihormati juga sukses," seraya menambahkan bahwa Negeri Paman Sam "tidak menentang Fasilitas Nuklir Sipil (Non-Pengayaan)."
Perjanjian Abraham adalah perjanjian normalisasi yang dimaksud ditandatangani antara negeri Israel dan juga beberapa negara mayoritas Muslim selama masa jabatan pertama Trump.
Saat ini, empat negara telah terjadi bergabung dengan perjanjian perdamaian tersebut: Bahrain, Maroko, Sudan, lalu Uni Emirat Arab.
Sebelumnya pada hari yang digunakan sama, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengemukakan bahwa kesepakatan yang dimaksud akan melalui persetujuan Kongres kemudian akan miliki pengamanan yang mana berlaku.
"Setiap perjanjian yang mana akan kita buat dengan negara mana pun dalam bumi tentang energi nuklir sipil akan mempunyai pengamanan untuk memverifikasi bahwa itu tidaklah dapat diubah bermetamorfosis menjadi kegiatan senjata," kata Rubio untuk wartawan di dalam Filipina.
Departemen Daya AS, Rabu (22/7), mengemukakan bahwa Amerika Serikat serta Arab Saudi telah lama mengesahkan perjanjian kerja identik nuklir.
Menteri Tenaga Negeri Paman Sam Chris Wright lalu Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyetujui secara resmi perjanjian kerja identik nuklir damai, yang dikenal sebagai Perjanjian 123, bersatu dengan perjanjian pengamanan bilateral, kata lembaga pemerintahan Amerika Serikat yang dimaksud pada pernyataan resminya.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



