
Ibukota Indonesia – Kementerian Pemuda kemudian Olahraga (Kemenpora) sedang memetakan bervariasi prasarana olahraga yang digunakan terbengkalai untuk dikelola kembali kemudian dimanfaatkan bagi masyarakat.
Menteri Pemuda kemudian Olahraga Erick Thohir mengutarakan pemetaan diwujudkan bersatu beberapa orang kementerian untuk meyakinkan aset olahraga yang tersebut telah dilakukan dibangun menggunakan anggaran negara tidaklah turun kualitasnya.
"Bahwa bukan semua infrastruktur olahraga yang tersebut sudah ada dihambur-hamburkan, dibangun di mana-mana, ternyata hari ini mangkrak. Itu uang rakyat," kata Erick pada Indonesi Sport Summit 2026 di Jakarta, Jumat.
Kemenpora berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri juga kementerian terkait lain untuk menginventarisasi prasarana yang tersebut masih layak digunakan juga membutuhkan pengelolaan kembali.
Pemerintah juga sedang mengawaitu regulasi Kementerian Keuangan dan juga Kementerian Pekerjaan Umum agar aset-aset itu sanggup dikelola sama-sama pihak lain.
"Ini asetnya sudah ada ada, mangkrak, yang mana setiap tahunnya turun kualitasnya. Hal ini yang tersebut kami mau, kami sedang memetakan," ujar Erick.
Ia mengutarakan jumlah agregat prasarana olahraga yang dimaksud terbengkalai cukup banyak, namun angkanya belum pasti oleh sebab itu masih didata.
Kemenpora juga memasukkan sarana swasta yang terawat juga layak digunakan ke pada pemetaan lingkungan olahraga nasional.
Erick memperlihatkan Gelora Bung Karno serta Bali United Academy sebagai prasarana yang digunakan miliki pengelolaan juga akses pemanfaatan yang mana baik.
Pemerintah tidaklah ingin memulai pembangunan infrastruktur olahraga baru tanpa ada perencanaan pemanfaatan yang tersebut jelas.
Erick mengemukakan Presiden Prabowo Subianto sudah memohon agar setiap perkembangan sarana olahraga mempunyai peta jalan sehingga aset yang digunakan dibangun tiada terbengkalai.
Kebijakan sama diterapkan pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan mengutamakan pemanfaatan infrastruktur yang dimaksud telah dilakukan tersedia dibandingkan merancang arena baru.
"Tidak ada pengerjaan infrastruktur baru. Yang ada memanfaatkan yang tersebut lama. Hal ini penting akibat telah terlalu sejumlah uang rakyat dihambur-hamburkan juga bukan terpakai," kata Erick.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



