
DKI Jakarta – Ketua Umum PB FPTI Yenny Wahid menyokong gagasan dana pensiun atlet sebagai salah satu bentuk jaminan masa depan pasca atlet melintasi masa produktifnya yang terbilang singkat dibandingkan dengan profesi lain.
"Sangat-sangat baik sekali. Terus terang kami dari panjat tebing sudah ada memulai walau belum merupakan dana pensiun," kata Yenny dalam Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Yenny menyatakan masa produktif atlet relatif terbatas sehingga harus disiapkan peta jalan agar atlet masih memiliki keadaan finansial yang baik pasca tidak ada lagi berada dalam puncak prestasi.
Ia menjelaskan PB FPTI telah dilakukan memulai pelatihan inklusi keuangan bagi atlet agar mereka mampu mengurus pendapatan yang mana diperoleh selama berada pada usia produktif.
Menurut dia, kemampuan mengurus pendapatan menjadi penting akibat atlet dapat memperoleh penghasilan dari hadiah pertandingan, tetapi periode produktif untuk meraih prestasi tiada berlangsung sepanjang karier.
"Usia produktif atlet itu sangat terbatas, ya. Mungkin di dalam melawan usia 35 tahun telah berbeda," katanya.
Yenny mengutarakan atlet harus mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan aset kemudian pendapatan agar hasil yang digunakan diperoleh selama masa produktif dapat berubah jadi bekal untuk masa depan. Pengelolaan yang dimaksud dapat dikerjakan melalui investasi, pembelian aset, maupun mekanisme dana pensiun.
"Yang harus kita pikirkan adalah ada peta jalan bagi atlet. Ketika sudah ada prestasi tercapai, kemudian secara finansial beliau tetap stabil memasuki masa pensiun," kata dia.
Menurut Yenny, skema dana pensiun idealnya dapat melibatkan negara, khususnya bagi atlet yang digunakan memperoleh penghasilan atau pendapatan dari negara.
Namun, ia menyimpulkan atlet secara mandiri juga harus melakukan persiapan finansial secara individual akibat tiada seluruh atlet berada di skema penggajian negara.
Menurutnya, pemerintah dapat memberikan akses bagi atlet berprestasi untuk miliki pekerjaan setelahnya masa kompetitif, di antaranya melalui kesempatan berubah menjadi anggota TNI atau Polri.
"Bisa juga yang dimaksud direalisasikan pemerintah itu memberikan akses untuk ia mampu bermetamorfosis menjadi pegawai negeri misalnya. Bapak Prabowo rutin memberikan akses untuk mampu masuk TNI atau Polri," kata Yenny.
Ia menegaskan tujuan utama dari beraneka skema yang disebutkan adalah memberikan kepastian masa depan sehingga atlet dapat fokus mengejar prestasi selama berada pada usia produktif.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



