
Washington – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio pada Kamis mengemukakan pihaknya menafsirkan Iran belum siap mencapai kesepakatan, tetapi situasi yang disebutkan akan segera berubah.
"Jadi, dia mungkin saja belum siap untuk mencapai kesepakatan, tetapi merekan akan segera siap dikarenakan tarif yang mana harus mereka itu bayar sangat tinggi," kata Rubio terhadap beberapa media pada Manila.
AS mengakui Iran akan mengubah sikapnya terkait perundingan damai dengan Amerika pada beberapa hari ke depan, kata Rubio.
Dia pun menambahkan bahwa Amerika tidak ada pernah menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengganti rezim di dalam Iran, melainkan denuklirisasi Iran.
Menanggapi kemungkinan eskalasi konflik dengan Iran di beberapa hari ke depan, Rubio mengutarakan Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump akan mengambil kebijakan mengenai hal itu.
AS lalu Iran sebenarnya telah terjadi melakukan penandatanganan kesepakatan tentang perdamaian dan juga penghentian konflik, yang digunakan dimulai sejak akhir Februari lalu, pada 18 Juni 2026.
Namun, sejak 8 Juli, pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan yang disebutkan merupakan tanggapan berhadapan dengan tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap banyak pangkalan militer Negeri Paman Sam pada Timur Tengah. Presiden Donald Trump kemudian menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat kemudian Iran tidak ada lagi berlaku.
Sumber: Sputnik
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



