
Ibukota – Tim nasional esports Negara Indonesia menjamin lolos ke fase utama nomor Honor of Kings (HOK) Asian Games 2026 setelahnya menyapu bersih seluruh pertandingan pada putaran kualifikasi yang tersebut berlangsung dalam Malaysia, Kamis.
Pelatih kepala timnas esports Nusantara Richard Permana memaparkan keberhasilan yang disebutkan merupakan hasil dari kerja keras para atlet, kelompok pelatih, juga dukungan beraneka pihak yang dimaksud terlibat pada persiapan pasukan menuju turnamen multicabang olahraga terbesar pada Asia tersebut.
"Kami sangat bersyukur regu instruktur sangat proaktif merajut regu ini, dan juga kami apresiasi pimpinan PBESI yang digunakan sudah dua kali memberikan support agar dia dapat menggelar pelatnas mandiri," kata Richard terhadap ANTARA melalui instruksi instan.
"Tak lupa terima kasih untuk pihak manajemen klub OG melawan dukungannya, dan juga terhadap Timi selaku game publisher dan klub esports RRQ, Vesakha, dan juga Kagendra yang menaungi para atlet timnas HOK di debutnya pada multievent kali ini."
Indonesia tampil dominan sepanjang fase kualifikasi dengan mengalahkan Mongolia 2-0, Uzbekistan 2-0, juga Pakistan 2-0. Dari tiga pertandingan tersebut, skuad Merah Putih bukan kehilangan satu gim pun dan juga menorehkan catatan bersih 6-0.
Tidak hanya saja itu, Negara Indonesia juga membukukan statistik impresif dengan mencatatkan 77 kills tanpa satu pun tumbang sepanjang sesi kualifikasi.
Richard memaparkan pencapaian yang disebutkan tiada diperoleh secara instan. Menurut dia, para atlet menjalani latihan intensif dengan fokus pada peningkatan kemampuan individu, koordinasi tim, dan juga pemahaman strategi permainan yang terus berkembang.
Ia mengkaji semangat dan juga energi yang ditunjukkan para pemain selama masa persiapan berada dalam berhadapan dengan standar yang ditetapkan grup pelatih.
Dalam beberapa orang kesempatan latihan juga uji tanding, para pemain bahkan mampu menampilkan performa yang mana mendekati level tim-tim partisipan King Pro League (KPL) China yang dimaksud selama ini berubah menjadi tolok ukur tertinggi kompetisi HOK dunia.
Meski telah lama mengamankan tiket ke putaran utama, Richard menegaskan pasukan pembimbing tiada ingin cepat berpuas diri sebab masih banyak aspek yang tersebut harus ditingkatkan, khususnya untuk mengantisipasi kemungkinan pembaharuan meta permainan menjauhi Asian Games 2026.
"Kami akan selalu mencari peningkatan akibat ada kemungkinan perpindahan meta yang digunakan nantinya bisa jadi berubah menjadi tantangan. Kami wajib mengamati lalu mengonfirmasi perkembangan itu lebih besar lanjut," ujar Richard.
Selain aspek teknis, regu instruktur juga mulai menyiapkan inisiatif peningkatan pengalaman internasional melalui rencana training camp di dalam luar negeri. Namun, penyelenggaraan inisiatif yang dimaksud masih memerlukan dukungan dari bervariasi pihak.
"Untuk deep practice ke international training camp, ada pada pada rencana kami, namun eksekusinya membutuhkan dukungan beraneka pihak," kata Richard.
Ia menambahkan aspek mental juga berubah menjadi perhatian utama menjauhi putaran utama Asian Games. Menurut dia, persaingan pada level yang disebutkan akan sangat jauh lebih banyak ketat dibandingkan putaran kualifikasi.
Richard memperkirakan China akan menjadi kandidat terkuat peraih medali emas pada nomor HOK, sementara Malaya berpeluang bermetamorfosis menjadi salah satu pesaing utama di perebutan sikap puncak.
"Pemupukan mental bagi tim ini reguler kami berikan," ujar Richard.
Timnas Nusantara nomor HOK diperkuat oleh Iqbal Khan, Drensen, Emanuel Hendo Paska, Agung Budi Prasetyo, Neville Garrick, serta Muh Naufal Aushaf Mahfuzh.
Dalam menjalani persiapan menuju Asian Games 2026, para atlet didampingi oleh asisten ahli M. Ilham Bahrul Hadi juga ahli Glen Richard Pangalila.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



