
Den Haag – Sembilan pemukim ke Belanda telah lama terinfeksi virus West Nile, termasuk satu penduduk yang digunakan meninggal dunia, menurut otoritas keseimbangan negara yang disebutkan pada Kamis (3/9).
Institut Nasional Aspek Kesehatan Publik lalu Lingkungan Belanda (RIVM) menyatakan bahwa salah satu infeksi yang disebutkan teridentifikasi pada orang pendonor darah, sedangkan infeksi lainnya dikonfirmasi pada pasien yang digunakan dirawat pada rumah sakit akibat mengalami gejala.
Infeksi yang dimaksud disebabkan oleh gigitan nyamuk yang digunakan terinfeksi.
"Para dokter, dokter hewan, ahli virologi, ahli epidemiologi, kemudian ahli ekologi bekerja serupa secara erat untuk memantau perkembangan juga penyebaran virus West Nile dan juga mengambil langkah-langkah yang tersebut tepat," kata RIVM pada sebuah pernyataan.
RIVM melaporkan bulan sesudah itu bahwa seseorang warga yang digunakan tertular virus yang dimaksud secara lokal pada Belanda telah terjadi meninggal dunia.
Menurut RIVM, virus West Nile secara alami beredar di antara burung-burung serta dapat ditularkan terhadap manusia juga mamalia lainnya melalui gigitan nyamuk yang dimaksud terinfeksi.
RIVM menyebutkan bahwa sekitar 80 persen persoalan hukum infeksi bukan menunjukkan gejala, sekitar 19 persen menyebabkan gejala mirip flu, juga sekitar 1 persen mengalami perkembangan berubah menjadi penyakit lebih lanjut serius yang digunakan melibatkan gejala neurologis.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



