
Istanbul – Pengadilan Filipina mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte menghadapi tuduhan ancaman serius, menurut pengacaranya, Jumat.
Paul Lawrence Lim menegaskan Duterte "tidak akan menghindari" hukum juga akan terus menempuh upaya hukum, menurut harian Manila Times.
Menurut Lawrence, Pengadilan Negeri Quezon City mengeluarkan surat perintah penangkapan juga menetapkan jaminan sebesar 120.000 peso (sekitar Rp33,7 juta)) untuk setiap dakwaan.
Departemen Kehakiman mengajukan tiga dakwaan "ancaman serius" terhadap Duterte melawan pernyataannya tentang "pembunuhan" terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, serta mantan Ketua DPR Martin Romualdez, menurut Kantor Berita Filipina.
Duterte menyampaikan pernyataan yang dimaksud selama konferensi pers daring pada November 2024, dengan mengemukakan merek akan dibunuh apabila ia terbunuh.
Duterte, 48 tahun, berubah menjadi duta presiden ke-15 serta termuda pada negara Asia Tenggara ketika terpilih mendampingi Marcos pada 2022 untuk masa jabatan kekal enam tahun.
Kantor Marcos menyatakan bahwa mereka itu "menghormati setiap langkah atau arahan dari pengadilan."
Wakil presiden juga menghadapi sidang pemakzulan pada parlemen.
Duterte, putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, memasuki dunia urusan politik pada 2007 saat ia terpilih sebagai delegasi walikota Davao City, lalu menjabat hingga 2010.
Ia kemudian kembali terpilih sebagai walikota Davao City pada 2010 lalu menjabat hingga tahun 2013.
Duterte kemudian mengungguli pemilihan walikota pada 2016 lalu 2019.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



