olahraga

Tanah Air masuk 16 besar AVC Beach Continental sebagai juara pul

Ibukota Indonesia – Tim nasional bola voli pantai Indonesia melaju ke 16 besar AVC Beach Continental 2026 ke Shangluo, China, sebagai juara Pul E pasca menumbangkan pasangan Jepun Takumi Takahashi/Jumpei Ikeda pada laga terakhir pul, Kamis.

Dikutip dari FIVB, timnas voli pantai Indonesi yang dimaksud diperkuat Bintang Akbar/Sofyan Rachman menaklukkan lawannya dua set segera 21-16, 21-15.

Hasil positif yang dimaksud menunjukkan Indonesi bukan terkalahkan di Pul E. Skuad Garuda menyapu semua atau tiga pertandingan di sana dengan kemenangan.

Sehari sebelumnya, Bintang/Sofyan mengalahkan Wong Pui Lam/Chong Kei Loi dari Hong Kong dengan skor 21-10, 21-12 dan juga Dmitry Yakovlev/Abdulmajid Mokhammad (Kazakhstan) 21-17, 21-15.

Lawan Bintang/Sofyan pada putaran 16 besar belum mampu dipastikan lantaran kejuaraan belum menuntaskan semua pertandingan fase pul dan juga lucky losers (perebutan tiket ke 16 besar dari peringkat ketiga terbaik). Sedangkan laga 16 besar akan diselenggarakan pada Hari Jumat (4/11).

AVC Beach Continental 2026 berubah jadi salah satu kualifikasi menuju Olimpiade 2028 yang digunakan berlangsung pada Los Angeles, Amerika Serikat. Hanya juara kompetisi itu, baik putra maupun putri, yang digunakan berhak ke Olimpiade.

Indonesia hanya saja mengirimkan satu tim untuk bersaing di AVC Beach Continental 2026 yakni Bintang/Sofyan. Artinya, agar tampil pada Olimpiade 2028, dia mesti berubah menjadi kampiun AVC Beach Continental 2026.

Terakhir kali timnas bola voli pantai Negara Indonesia berkompetisi di dalam Olimpiade adalah pada edisi 1996. Olimpiade yang disebutkan berubah menjadi Olimpiade pertama yang tersebut memperlombakan cabang olahraga bola voli pantai.

Kala itu, Indonesi memiliki dua delegasi yakni tim putra Mohamed Nurmufid/Markoji lalu kelompok putri Ni Putu Timy Yudhani Rahayu/Engelbertha Kaize.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles