
London – Awal Menteri Inggris Andy Burnham, Selasa (8/9), mengemukakan bahwa beliau tidaklah akan tinggal diam sementara "penderitaan mengerikan" yang dimaksud dialami warga Palestina terus meningkat kemudian prospek solusi dua negara "mendapat ancaman."
"Selama bertahun-tahun kami telah terjadi menyerukan solusi dua negara dalam Timur Tengah, namun kita harus mengakui bahwa kata-kata yang dimaksud bukan ada artinya kecuali apabila kita menindaklanjutinya dengan tindakan nyata," tulis Burnham ke akun media sosial X.
Dia menyatakan bahwa langkah-langkah yang tersebut baru diinformasikan yang disebutkan merupakan "langkah-langkah yang dimaksud diperhitungkan dengan cermat dan juga terarah," yang mana bukan ditujukan untuk rakyat Israel, melainkan terhadap "kebijakan yang digunakan tiada dapat diterima" dari Israel.
"Sudah terlalu lama kita ragu untuk bertindak, akibat takut dituduh anti-Israel," katanya, seraya menegaskan kembali pandangannya bahwa penderitaan rakyat Palestina merupakan "noda pada hati nurani dunia."
Burnham menegaskan kembali bahwa sebelum menjabat sebagai perdana menteri, ia pernah mengutarakan bahwa respons Inggris selama ini "terlalu lambat serta sebanding sekali bukan memadai."
"Itulah sebabnya saya berjanji untuk mengubah pendekatan pemerintah. Saya tidaklah akan tinggal diam sementara penderitaan mengerikan terus bertambah serta prospek solusi dua negara – harapan terbaik bagi perdamaian dan juga stabilitas pada kawasan ini – mendapat ancaman," katanya.
Sebelas negara Eropa, diantaranya Inggris dan juga Prancis, dan juga Kanada, Selasa (8/9), mengumumkan rencana untuk memberlakukan pembatasan nasional terhadap perdagangan barang dengan permukiman negara Israel yang ilegal menurut hukum internasional.
Langkah baru Inggris itu menyusul rencana negara Israel untuk mendirikan 1.200 rumah baru dalam wilayah pendudukan; sebuah langkah yang digunakan memulai kecaman luas dari komunitas internasional dikarenakan semua permukiman pada Tepi Barat yang mana diduduki dianggap ilegal menurut hukum internasional.
Data PBB menunjukkan bahwa kekerasan yang tersebut dijalankan oleh pihak pendudukan negeri Israel telah dilakukan mencapai "tingkat yang mana belum pernah terbentuk sebelumnya", dengan lebih besar dari 1.400 serangan yang mana mengakibatkan individu yang terjebak jiwa atau kecacatan properti tercatat hanya sekali pada tahun 2026 saja.
Sekitar 750.000 warga pendudukan tanah Israel tinggal di dalam 516 permukiman serta pos terdepan ilegal ke wilayah pendudukan, juga hampir setiap hari melakukan upaya untuk menggusur warga Palestina dari tanah mereka.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



