
Ankara – Rusia mengerahkan pesawat amfibi Be-200ChS untuk membantu proses pemadaman kebakaran hutan juga lahan (karhutla) di Turki selama 45 hari sejak awal Juli hingga pertengahan Agustus.
“Pesawat Be-200ChS milik Rusia telah lama bertugas dalam Turki sejak 1 Juli. Selama periode hingga 15 Agustus, pesawat yang dimaksud sudah menyelesaikan 28 penerbangan, dengan rata-rata dua sorti penerbangan per hari," ungkap Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia ke Ankara terhadap kantor berita RIA Novosti pada Hari Sabtu (5/9).
Bahkan menurut keterangan, para kru pesawat harus terbang tiga kali pada sehari pada 29 Juli di Provinsi Izmir juga menyiramkan 230 ton air selama delapan jam penerbangan.
Meskipun menghadapi medan yang digunakan berbahaya, kru penerbang Rusia terus menjalankan tugas secara efektif ke beberapa jumlah wilayah terdampak, termasuk Istanbul, Izmir, Balkesir, Dalaman, kemudian Mugla.
Operasi yang dimaksud melibatkan personel penerbangan kemudian teknisi berpengalaman yang digunakan terlatih khusus untuk menjalankan misi pemadaman kebakaran lalu merawat armada pesawat ketika beroperasi sangat dari pangkalan utama mereka.
Pengerahan yang dimaksud diwujudkan berdasarkan arahan Presiden Rusia Vladimir Kepala Negara Rusia pada 11 Juni tak lama kemudian sebagai respons melawan permintaan bantuan dari pemerintahan Turki untuk menanggulangi kebakaran hutan yang digunakan melanda negara tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.


