berita viral

AS: Kesepakatan nuklir dengan Iran belum tentu terwujud

Istanbul – Menteri Daya Amerika Serikat Chris Wright pada Hari Minggu menyatakan bahwa kesepakatan nuklir dengan Iran belum tentu terwujud serta Amerika Serikat kemungkinan besar harus mengandalkan penghancuran kemampuan nuklir Teheran.

"Mungkin tak ada kesepakatan nuklir," kata Wright terhadap ABC News. "Mungkin tindakan cuma dengan menghancurkan kemampuan dia untuk melakukannya. Kesepakatan itu mungkin saja mengawaitu pemerintahan berikutnya ke Iran. Kami benar-benar tidak ada tahu."

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali mengeklaim bahwa kepemimpinan Iran sudah pernah berubah secara mendasar sejak serangan AS-Israel dimulai pada akhir Februari, meskipun sistem pemerintahan Iran masih bertahan ke bawah pemimpin tertinggi yang digunakan baru.

Ketika ditanya apakah pemboman berkelanjutan akan berubah menjadi strategi untuk menjaga dari Iran memperoleh senjata nuklir, Wright menjawab bahwa hal itu nampaknya memang sebenarnya diperlukan.

"Anda harus menghancurkan kemampuan merekan untuk melakukannya," katanya. "Mereka memulai pembangunan infrastruktur rudal besar untuk memproduksi rudal, yang dimaksud sekarang Anda lihat mereka tembakkan, tetapi dia tidak ada memiliki kemampuan untuk menciptakan lebih lanjut berbagai rudal."

Wright juga mengeksplorasi arus minyak melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang tersebut bermetamorfosis menjadi titik penting bagi pengiriman energi global. Ia mengutarakan pengiriman rata-rata tujuh hari arus minyak melalui selat itu saat ini mencapai lebih banyak dari 9 jt barel per hari.

Menurut Wright, bilangan bulat yang disebutkan merupakan rata-rata tujuh hari tertinggi yang pernah tercatat. Ia sebelumnya menyampaikan keterang mirip pada awal Agustus.

Dengan memperhitungkan aliran minyak melalui jaringan pipa pada Arab Saudi dan juga Uni Emirat Arab, total arus minyak yang pergi dari dari kawasan yang disebutkan mencapai sekitar 13 jt hingga 14 jt barel per hari, kata Wright.

Iran serta Amerika Serikat mengesahkan nota kesepahaman pada Juni yang dimediasi Pakistan kemudian Qatar. Nota yang dimaksud memuat langkah menuju penghentian permusuhan, membuka kembali Selat Hormuz, juga penyelesaian pembatasan ekonomi.

Sejak itu, kedua pihak saling menuduh gagal menjalankan komitmen yang mana tercantum di nota kesepahaman tersebut.

Selat Hormuz masih berubah menjadi titik rawan oleh sebab itu Negeri Paman Sam dan juga Iran menyampaikan klaim yang digunakan bertolak belakang mengenai keterbukaan jalur tersebut, pihak yang dimaksud mengendalikannya, dan juga tingkat keamanannya bagi pelayaran komersial.

Pejabat Amerika Serikat mengungkapkan jalur pelayaran internasional di dalam selat itu sudah pernah dibersihkan dari ranjau Iran kemudian puluhan kapal melintas setiap hari. Teheran bersikeras selat yang dimaksud masih berada dalam bawah kendali Iran dan juga belum terbuka atau aman dari ancaman ranjau.

Sumber: Anadolu

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles