
Badung, Bali – Pengurus Besar (PB) Akuatik Negara Indonesia memfasilitasi beasiswa pelatihan untuk atlet renang perairan terbuka (open water swimming/OWS) ke luar negeri guna menambah kapasitas, daya saing sekaligus jam terbang para atlet.
“Open water sangat bergerak mengirimkan pelatihan serta race mengundurkan diri dari (negeri),” kata Ketua Lingkup Branding dan juga Marketing PB Akuatik Nusantara sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Asian OWS Championship 2026 Kiki Taher di Jimbaran, Daerah Badung, Bali, Minggu.
Salah satu atlet profesional dari Indonesia yang mendapatkan beasiswa pelatihan oleh induk organisasi olahraga akuatik atau World Aquatics adalah Hefrisyanthi Izzy Dwi Faiva di dalam Paris, Prancis.
Menurut dia, Hefrisyanthi Izzy Dwi Faiva merupakan atlet wanita nomor satu Tanah Air untuk renang perairan terbuka. Ia pun sempat berlaga pada SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand, walau pada waktu itu belum mempersembahkan medali untuk Merah Putih.
Tak hanya saja membuka ruang untuk belajar dalam luar negeri, pihaknya juga mengirimkan atlet untuk mengikuti perlombaan nasional dan juga internasional.
Upaya itu diharapkan menambah pengalaman kemudian kapasitas atlet lantaran di dalam kawasan Asia Tenggara masih dikuasai oleh atlet jika Vietnam, Thailand, lalu Singapura.
Ia mengakui, penyelenggaraan kompetisi OWS di tanah air masih kurang. Hal ini dimungkinkan akibat penyelenggaraan turnamen sangat tergantung pada unsur alam atau cuaca.
Meski begitu, lanjut dia, setiap tahun PB Akuatik Indonesia melaksanakan kompetisi nasional (kejurnas). Pada 2025, kejurnas diadakan dalam Bali kemudian pada tahun ini rencananya dilakukan ke Belitung pada September.
Penyelenggaraan kejurnas juga dilaksanakan bersamaan dengan A Stream OWS yang mana dibuka untuk perenang perairan terbuka kategori pemula guna menjaring bibit atlet OWS.
Pada 2026, A Series sudah ada diadakan di Lampung kemudian Jimbaran, Bali dan juga rencananya diadakan di Belitung pada September 2026.
Sementara itu, pada Asian OWS Championship 2026 di perairan InterContinental Jimbaran, Kota Badung, Bali, 13-15 Juni, kontingen dari China kemudian Vietnam menguasai podium untuk nomor tunggal putra dan juga putri 5 kilometer pada penyelenggaraan hari pertama.
Sedangkan pada hari kedua yang mengadu nomor estafet 4X1.500 meter, medali emas kembali digondol China, kemudian perak disabet Korea Selatan, dan juga perunggu diraih Vietnam.
Sedangkan tim Negara Indonesia yang turun pada nomor itu belum mempersembahkan medali lantaran finis pada urutan kedelapan dengan catatan waktu 1 jam 4 menit dan juga 32,7 detik, terpaut sekitar 8 menit dari peraih medali emas dari China dengan catatan waktu 56 menit 42,3 detik.
Adapun perwakilan Negara Indonesia pada nomor estafet itu yakni Gusti Ayu Made Nadya Saraswati, Mochamad Akbar Putra Taufik, Sang Arka Ning Jaladri Prawatya kemudian Hefrisyanthi Izzy Dwi Faiva.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



