
Washington – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengemukakan nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat serta Iran belum dipublikasikan akibat masih ada beberapa orang detail teknis yang digunakan harus diselesaikan.
"Ada beberapa detail teknis yang dimaksud wajib diselesaikan, yang dimaksud tidaklah berkaitan dengan isi MoU itu sendiri, melainkan dengan pelaksanaannya," kata Vance untuk NBC News, seperti dilansir RIA Novosti pada Selasa (16/6).
Ia menambahkan Qatar juga Pakistan sudah pernah sejumlah membantu di memfasilitasi kesepakatan tersebut.
AS ingin Iran memperoleh faedah jikalau mematuhi ketentuan yang tersebut telah dilakukan disepakati pada perjanjian itu, katanya.
"Jika Iran mematuhi ketentuan di kesepakatan tersebut, maka faedah akan mengalir untuk merek serta itulah yang kami harapkan," kata Vance.
Ia menyatakan dirinya ingin mengamati Iran menjadi negara yang sukses serta beraksi layaknya negara normal.
"Namun, hal itu semata-mata akan terbentuk apabila dia melakukan hal-hal yang digunakan diperlukan untuk berikrar di jangka panjang agar tidaklah mengembangkan senjata nuklir," ujarnya.
Vance memaparkan salah satu poin utama di MoU yang disebutkan adalah bantuan dari Amerika Serikat kemudian Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memusnahkan stok uranium yang tersebut diperkaya milik Iran.
"Faktanya, salah satu bagian inti dari kesepakatan yang disebutkan adalah bahwa IAEA juga Amerika Serikat akan membantu Iran menghancurkan persediaan uranium yang dimaksud sangat diperkaya, kemudian hal itu dijelaskan dengan sangat jelas," ujarnya.
Ia juga mengutarakan para inspektur nuklir akan diizinkan kembali ke Iran.
Pada Minggu, Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump lalu Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa nota kesepahaman yang dimaksud telah terjadi difinalisasi.
Dokumen itu dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni pasca kedua negara tambahan dulu menandatanganinya secara digital pada Minggu.
Sumber: Sputnik
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.


