
DKI Jakarta – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengutarakan Kemitraan Keterampilan Global (Global Skills Partnership/GSP) bermetamorfosis menjadi langkah penting pada memperluas penempatan pekerja migran Negara Indonesia sektor profesional di dalam Eropa.
"Kesepakatan ini berubah jadi tonggak penting bagi penempatan pekerja migran Tanah Air sektor formal pada Eropa," kata Mukhtarudin pada pernyataannya, Rabu (17/6).
Pernyataan itu disampaikan pasca ia mendampingi Presiden Prabowo Subianto di pertarungan kenegaraan menyambut kunjungan resmi Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Mukhtarudin memaparkan penghadapan tingkat lebih tinggi yang disebutkan berfokus pada penguatan kemitraan strategis kedua negara, khususnya di pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Dalam reuni bilateral tersebut, kedua pemerintah resmi menyepakati Letter of Intent (LoI) mengenai GSP yang berfokus pada bidang keperawatan.
Mukhtarudin menjelaskan kolaborasi yang disebutkan dirancang untuk menguatkan sistem penempatan tenaga kerja.
Melalui skema tersebut, tenaga kesegaran jika Nusantara akan mendapatkan pelatihan berstandar internasional sebelum diberangkatkan sehingga siap bersaing ke lingkungan ekonomi kerja Jerman yang tersebut mempunyai standar kualifikasi tinggi.
"Ini adalah langkah konkret pemerintah untuk meyakinkan talenta keperawatan kita tiada cuma mendapatkan kesempatan kerja yang digunakan luas pada luar negeri, tetapi juga jaminan bahwa dia bekerja melalui jalur yang mana aman, legal, transparan, juga berkualitas," kata Mukhtarudin.
Selain sektor keperawatan, kerja mirip GSP juga membuka potensi pengembangan talenta Indonesi di dalam bermacam sektor masa depan.
Menurut dia, Jerman juga Nusantara setuju menjajaki kegiatan peningkatan keterampilan di dalam bidang teknologi tinggi, digitalisasi, serta sektor hijau.
Ia menyatakan inisiatif pelatihan komprehensif akan disusun untuk menyelaraskan kompetensi pekerja Indonesi dengan keperluan bidang global.
Langkah yang disebutkan diharapkan dapat menggalakkan alih pengetahuan pada saat para pekerja kembali ke Indonesia.
Sementara itu, Presiden Prabowo pada pertarungan yang disebutkan menyampaikan apresiasi melawan penguatan sinergi strategis Tanah Air juga Jerman pada sektor ketenagakerjaan.
Ia menegaskan bahwa sektor kesehatan, khususnya keperawatan, merupakan salah satu bidang yang digunakan memiliki prospek besar untuk bersaing di tingkat global dengan dukungan standardisasi yang tersebut tepat.
"Di bidang tenaga kerja kesehatan, kami sangat apresiasi penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan," kata Prabowo.
Ia juga memaparkan visi Negara Indonesia tiada berhenti pada sektor kesegaran semata.
Prabowo menggalakkan pemerintah Jerman untuk memperluas komitmen kerja serupa yang dimaksud ke sektor-sektor yang digunakan membutuhkan keahlian teknologi tinggi.
"Indonesia juga ingin memperluas potensi kerja bagi tenaga kerja Negara Indonesia ke Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat membesar (high-tech)," katanya.
Ia menegaskan bahwa penguatan kerja serupa yang dimaksud sejalan dengan upaya Negara Indonesia menggerakkan transaksi teknologi serta peningkatan kualitas SDM.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence ke web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



