
Kota Moskow – Inisiatif Palestina Hamas, yang tersebut masih menguasai sebagian Jalur Gaza, menyatakan siap mengutarakan persenjataannya hanya saja terhadap otoritas Palestina, kata Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Musa Abu Marzouk.
“Senjata semata-mata dapat diserahkan untuk pihak Palestina, baik itu Otoritas Nasional Palestina maupun negara Palestina yang dimaksud nantinya akan hadir pada Gaza. Senjata tiada akan pernah diserahkan untuk Israel, susunan yang mana berafiliasi dengannya, ataupun Amerika Serikat,” kata Marzouk terhadap RIA Novosti yang dipublikasi Rabu.
Menurutnya, isu pelucutan senjata kelompok-kelompok Palestina bersifat kebijakan pemerintah lalu Palestina harus miliki perspektif kebijakan pemerintah yang tersebut jelas. Ia menganggap perspektif yang disebutkan tak terdapat pada rencana penyelesaian Wilayah Gaza yang tersebut diajukan oleh Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump. Tanpa kejelasan politik, hal itu disebutnya dapat menyebabkan kekacauan.
“Berdasarkan pengalaman bermacam negara, melucuti kekuatan yang dimaksud mengendalikan Jalur Daerah Gaza berarti membuka jalan menuju peperangan saudara atau munculnya kekacauan,” ujarnya.
Marzouk menggambarkan pengalaman pada Iraq, saat pasukan pendudukan Negeri Paman Sam membubarkan tentara kemudian kepolisian Irak, yang kemudian menyebabkan kekacauan, konflik saudara, juga penyebaran kelompok-kelompok teroris.
Adapun pada pertengahan November, Dewan Ketenteraman PBB menyetujui resolusi yang diajukan Amerika Serikat untuk memperkuat rencana komprehensif Trump di menyelesaikan situasi di Gaza. Sebanyak 13 dari 15 anggota majelis memperkuat resolusi tersebut, sementara Rusia kemudian China memilih abstain.
Rencana Negeri Paman Sam untuk Daerah Gaza mencakup pembentukan administrasi internasional sementara pada wilayah tersebut, pembentukan majelis perdamaian yang mana dipimpin Trump, juga pengerahan pasukan stabilisasi internasional.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, sebelumnya menyatakan bahwa kelanjutan implementasi rencana perdamaian Trump untuk konflik Kawasan Gaza masih dipertanyakan, mengingat baik negara Israel maupun organisasi Hamas saling menuduh adanya pelanggaran terhadap ketentuan inisiatif tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



