berita viral

Iran peringatkan tanah Israel apabila terus lakukan tindakan jahat dalam Lebanon

Teheran – Iran pada Selasa (16/6) memberi peringatan bahwa jikalau tanah Israel tak menghentikan"tindakan jahat yang dilakukannya ke Lebanon selatan, maka negeri Israel harus bersiap menghadapi respons keras dari angkatan bersenjata Iran.

Dalam sebuah pernyataan resmi, komando militer utama Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, menyatakan bahwa sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan berakhirnya perang, tentara negara Israel telah terjadi melanggar gencatan senjata ke Lebanon selatan sebanyak-banyaknya 84 kali, serta masih terus melakukan "kejahatan dan juga pembunuhan terhadap rakyat Lebanon yang tersebut tertindas.

Iran, AS, lalu Pakistan pada Awal Minggu (15/6) dini hari mengumumkan finalisasi nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk mengakhiri konflik dalam semua front dalam kawasan Asia Barat, diantaranya Lebanon.

Iran lalu Negeri Paman Sam dijadwalkan untuk secara resmi melakukan penandatanganan MoU yang dimaksud di Swiss pada Hari Jumat (19/6).

Saat berbicara di sebuah perjumpaan dengan para diplomat asing ke Teheran pada Selasa, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menggambarkan berakhirnya konflik dalam Lebanon sebagai bagian yang dimaksud tak terpisahkan dari kesepakatan damai Iran-AS, menyatakan bahwa menurut pandangan Teheran, kedua pihak di kesepakatan itu adalah Amerika Serikat kemudian tanah Israel di satu sisi, dan juga Iran kemudian Hizbullah ke sisi lain.

"Berakhirnya konflik juga mencakup berakhirnya pendudukan (Israel). Berakhirnya peperangan tidak ada akan lengkap tanpa pengunduran pasukan negara Israel dari wilayah-wilayah (Lebanon) yang dimaksud merek duduki di konflik ini," katanya.

Araghchi menyampaikan pernyataan yang disebutkan setelahnya Utama Menteri negara Israel Benjamin Netanyahu menyatakan di sebuah konferensi pers pada Awal Minggu bahwa militer negeri Israel akan kekal berada pada "zona-zona keamanan" yang mana dikuasainya dalam Lebanon, Suriah, juga Jalur Wilayah Gaza selama diperlukan.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles