
Tokyo – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memaparkan kapasitas produksi material nuklir untuk keperluan persenjataan di dalam negaranya sudah pernah meningkat lebih lanjut dari dua kali lipat di lima tahun terakhir.
Hal itu disampaikan pada waktu ia meninjau infrastruktur produksi material nuklir yang digunakan baru mulai beroperasi, demikian laporan media pemerintah, Kamis.
Dalam kunjungannya pada Rabu (3/6), menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim menerima penjelasan mengenai rencana produksi jangka panjang prasarana yang disebutkan lalu menyerukan penguatan kekuatan nuklir Korea Utara dengan laju yang dimaksud disebutnya “eksponensial”.
Foto yang dimaksud dipublikasi bersamaan tanpa mengungkap kedudukan prasarana memperlihatkan pabrik baru yang dimaksud dilengkapi banyak sentrifugal yang tersebut digunakan untuk memperkaya uranium.
KCNA mengutip Kim yang digunakan menyatakan bahwa “ancaman potensial dan juga krisis jangka panjang yang tersebut bukan dapat diprediksi semakin menegaskan kepentingan serta tanggung jawab misi bersejarah itu untuk meningkatkan kekuatan kemampuan penangkal konflik nuklir, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, secara berkelanjutan dan juga dipercepat.”
Dia menambahkan bahwa negara wajib “untuk terus memperluas lalu menguatkan kekuatan nuklir nasional, yang dimaksud menjadi poros pada pelaksanaan strategi pencegahan juga kesiapan pertempuran itu sendiri, sekaligus menegaskan status Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir.”
Dalam foto lain yang dirilis KCNA, terdapat grafik yang memperlihatkan suatu objek diletakkan di berhadapan dengan meja di ruang rapat tempat Kim berada. Surat kabar Korea Selatan, Chosun Ilbo, melaporkan bahwa objek yang digunakan diburamkan pada foto KCNA yang disebutkan diduga merupakan jenis baru hulu ledak nuklir.
Sebelumnya pada tahun ini, Kim berjanji mempertahankan status Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir kemudian mengumumkan Korea Selatan sebagai negara yang mana “paling bermusuhan”, menurut KCNA.
Pada September 2025, Kim juga mengemukakan Pyongyang dapat melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat apabila Washington tidaklah lagi menuntut denuklirisasi Korea Utara.
KCNA juga melaporkan kunjungan Kim ke sarana produksi material nuklir juga Institut Senjata Nuklir pada Januari 2025.
Pada Juni tahun lalu, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengindikasikan bahwa Korea Utara memulai pembangunan sarana baru pengayaan uranium di wilayah Yongbyon, bagian barat laut negara itu, yang tersebut mempunyai karakteristik sama dengan sarana pengayaan yang digunakan telah ada di dalam Kangson, dekat Pyongyang.
Selain Yongbyon dan juga Kangson, Menteri Unifikasi Korea Selatan Chung Dong Young juga mengatakan adanya sarana pengayaan uranium lain dalam Kusong, wilayah barat laut Korea Utara.
Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan bahwa kali ini Kim kemungkinan mengunjungi infrastruktur baru yang berbeda dari ketiga posisi tersebut.
Dalam inspeksi itu, Kim didampingi beberapa pejabat senior dari Departemen Industri Persenjataan Partai Buruh Korea juga Institut Senjata Nuklir.
Namun, Hong Sung Mu, Wakil Direktur Pertama Komite Sentral Partai Buruh Korea, yang mana diyakini sebagai salah satu tokoh utama di pengembangan senjata nuklir Korea Utara tidaklah terlihat di banyak foto yang tersebut dirilis terhadap publik.
Sumber: Kyodo-OANA
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.


