
DKI Jakarta – Menteri Pemuda kemudian Olahraga Erick Thohir menjelaskan bahwa pada waktu ini Indonesi cuma berusaha mencapai perolehan empat medali emas pada Asian Games 2026 lantaran beberapa nomor unggulan tiada dipertandingkan pada event tersebut.
"Dari target tujuh emas (sesuai perolehan pada Asian Games 2022), ada tiga nomor (unggulan Indonesia) dihilangkan, artinya kita hari ini semata-mata bisa jadi berusaha mencapai empat emas (pada Asian Games 2026)," kata Erick Thohir di rapat kerja bersatu Komisi X DPR RI ke Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa pada Asian Games 2022, Indonesi berhasil merebut tujuh medali emas dari cabang menembak nomor running target putra 10 meter kemudian running target mixed putra 10 meter, wushu nomor nanquan putra, BMX race putri, angkat besi kelas 73 kg putra, panjat tebing nomor speed putri, juga dayung nomor perahu naga 1.000 meter.
Namun, pada Asian Games 2026, terdapat tiga nomor unggulan Tanah Air yang dimaksud tak dipertandingkan, yakni running target putra 10 meter, running target mixed putra 10 meter, serta perahu naga 1.000 meter.
"Jadi kita semata-mata mampu berusaha mencapai empat emas," katanya.
Meski demikian, Menpora menyatakan bahwa dirinya telah terjadi bertemu dengan pimpinan beragam cabang olahraga untuk mendiskusikan potensi Negara Indonesia meraih tambahan medali emas di luar target awal yang tersebut telah lama dihitung berdasarkan nomor yang dipertandingkan.
Ia mengakui bahwa meraih banyak medali emas pada event multicabang olahraga terbesar ke Asia itu bukanlah hal mudah. Selain persaingan yang mana semakin ketat, situasi anggaran untuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang-cabang olahraga ketika ini juga mengalami penurunan mendadak berubah menjadi Rp81 miliar akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Oleh akibat itu, Menpora memohonkan dukungan Komisi X DPR RI agar turut memperjuangkan penambahan anggaran bagi pelatnas. Menurut dia, tambahan dukungan anggaran sangat dibutuhkan agar para atlet dapat menjalani acara latihan secara maksimal lalu mampu tampil kompetitif untuk mengharumkan nama Tanah Air dalam tingkat Asia.
"Persiapan tinggal tiga bulan lebih besar lagi, disayangkan kalau untuk pelatnas kami harus tersendat-sendat," katanya.
Menpora mengemukakan para atlet lalu instruktur juga sudah pernah menyampaikan bahwa situasi anggaran pelatnas pada waktu ini masih berjauhan dari keadaan ideal yang tersebut dibutuhkan untuk menunjang persiapan menuju Asian Games 2026.
Meski menghadapi beragam keterbatasan, ia memverifikasi bahwa dirinya sebagai pimpinan siap bertanggung jawab apabila target prestasi tiada tercapai sebagai konsekuensi dari persiapan yang tersebut belum maksimal.
"Kita maunya tujuh emas seperti sebelumnya, tetapi kita fokus untuk empat emas dulu, kita coba dulu dengan keterbatasan yang ada," katanya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



