
Istanbul – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Jumat, mengisyaratkan respons keras apabila kesepakatan dengan Negeri Paman Sam dilanggar atau tuntutan yang dimaksud berlebihan diajukan.
“Jika terbentuk pelanggaran komitmen, pelanggaran perjanjian, atau tuntutan berlebihan oleh pihak lain, kami tidaklah akan ragu untuk memberikan respons yang mana menghancurkan terhadap musuh,” tulis Ghalibaf di dalam akun media sosial X.
“Mereka sudah ditampar sekali pada perang: jikalau merekan memilih untuk mengikuti jalan yang sebanding lagi, merek akan menerima tamparan yang digunakan lebih tinggi keras,” tulisnya.
Sembari menekankan bahwa tugas yang digunakan diberikan oleh Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei untuk dia adalah "untuk mewujudkan kondisi lalu ketentuan perjanjian," ia menegaskan kembali bahwa mereka sedang menjalankan perintah.
Pada Rabu di malam hari (17/6), Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump serta Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara elektronik menyetujui secara resmi "Memorandum of Understanding Islamabad," yang mana dimaksudkan untuk membuka jalan bagi berakhirnya konflik yang digunakan dilancarkan Negeri Paman Sam serta tanah Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Berdasarkan memorandum tersebut, Washington dan juga Teheran akan mengadakan negosiasi selama 60 hari, dengan kemungkinan perpanjangan, yang digunakan bertujuan untuk mencapai kesepakatan akhir yang dimaksud mencakup kegiatan nuklir Iran serta sanksi internasional.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



