berita viral

Poling: Pemilih independen Amerika Serikat makin condong ke Demokrat

Istanbul – Pemilih independen dalam Amerika Serikat semakin condong ke Partai Demokrat mendekati pemilihan umum paruh waktu pada November, menurut data afiliasi urusan politik triwulanan terbaru Gallup yang tersebut dilaporkan Washington Examiner, Sabtu.

Dalam survei kuartal kedua Gallup, 49 persen responden yang dimaksud tiada mengidentifikasi diri sebagai Republikan maupun Demokrat mengutarakan mereka lebih besar condong ke Demokrat, sementara 39 persen memilih kecenderungan ke Partai Republik.

Keunggulan Demokrat pada kalangan pemilih independen yang disebutkan meningkat empat poin persentase sejak kuartal pertama 2025, di mana Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan keduanya.

Perubahan sama juga terlihat di dalam antara pemilih yang tersebut secara segera mengidentifikasi diri dengan salah satu partai politik.

Secara nasional, 31 persen pemilih sekarang mengidentifikasi diri sebagai Demokrat, meningkat dari 28 persen sewaktu Trump mulai menjabat. Mayoritas pemilih masih tiada mengidentifikasi diri sebagai Republikan maupun Demokrat.

Menurut The New York Times, bilangan bulat yang dimaksud memberi Demokrat keunggulan terbesar menghadapi Partai Republik sejak 2008.

Penurunan sembilan poin sejak kuartal keempat 2022 di dalam kalangan pemilih independen yang dimaksud condong ke Partai Republik dapat berubah menjadi tantangan bagi kandidat Republikan untuk mengejutkan pemilih moderat.

Tingkat kepuasan terhadap kinerja Trump juga terus menurunkan selama masa jabatan keduanya, menambah perasaan khawatir Partai Republik menjauhi pemilihan umum paruh waktu.

Trump sebelumnya banyak berkampanye mengenai tingginya biaya hidup yang muncul pada masa pemerintahan mantan Presiden Joe Biden. Namun, naiknya harga kekal berada di berhadapan dengan target 2 persen Bank Sentral Amerika Serikat sejak konflik di Iran dimulai pada Februari.

Pemilih semakin mengatakan ketegangan di Timur Tengah serta kenaikan biaya akibat gangguan jiwa pelayaran melalui Selat Hormuz sebagai alasan berkurangnya dukungan terhadap Trump.

Di sisi lain, Partai Republik berharap tokoh-tokoh sosialis yang tersebut menonjol di dalam Partai Demokrat, satu di antaranya Wali Pusat Kota New York Zohran Mamdani lalu kandidat Demokrat untuk Senat Amerika Serikat dari Michigan, Abdul el Sayed, dapat membantu dia di persaingan ketat di beberapa daerah.

Komite Nasional Partai Republik mengadakan konvensi bergaya kampanye ke Texas pekan ini untuk memperkenalkan apa yang dimaksud merek sebut sebagai pertentangan antara "akal fit versus kegilaan."

Survei Gallup yang dimaksud menggunakan sampel acak gabungan terhadap lebih lanjut dari 3.000 warga dewasa dalam Negeri Paman Sam dengan margin kesalahan sebesar dua poin persentase.

Sumber: Anadolu

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles