
Ibukota Indonesia – Badan Tim Nasional (BTN) Perbasi menambah lima pemain untuk bergabung di pelatnas timnas putri sebagai persiapan untuk menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, 19 September-3 Oktober.
Manajer timnas bola basket putri Tanah Air Handoyo menyebut, lima pemain itu adalah Nurlaela Azhara, Anggita Yuliani Putri, Jesslyne Jaya Wiyanto, Pegi Maulani, juga Anastasya Virly.
"Tim instruktur mengawasi ada beberapa talenta potensial selama penyelenggaraan Campus League yang mana belum pernah dipanggil timnas, sekaligus berubah jadi acuan untuk ke depannya dikarenakan yang mana dipanggil mayoritas pemain muda," kata Handoyo di dalam Jakarta, Rabu.
Handoyo melanjutkan, Anggita masih berumur 19 tahun. Kemudian Jesslyne lalu Anastasya memasuki usia 20 tahun, sedangkan Pegi Maulani per 18 April setelah itu berusia 21 tahun.
Manajer itu menyatakan, sebelumnya BTN telah terjadi memanggil 24 pemain untuk menjalani training camp atau pelatnas pada 3 Mei 2026. Di antara komposisi pemain itu juga ada beberapa nama yang dimaksud diplot untuk bermain dalam timnas bola basket 3×3 putri Indonesia.
"Saat ini masih ada sekitar 16 pemain belum ditambah dengan pemain tambahan kemudian yang tersebut akan datang dari overseas, dan juga ada nama yang digunakan terdaftar pada 5×5 juga 3×3 juga," ujar Handoyo.
Dia menambahkan, perkembangan latihan telah berjalan bagus hingga pada waktu ini. Para pemain yang digunakan sudah ada duluan bergabung, telah terjadi mengakomodasi materi yang tersebut diberikan pelatih.
Tim pelatih, Handoyo menambahkan, juga telah menyiapkan inisiatif latihan yang mana akan menyesuaikan dengan komposisi pemain.
Sementara itu, Asian Games 2026 Aichi Nagoya, ke Jepang, dimulai pada 19 September sampai dengan 4 Oktober. Selama berlatih, timnas bola basket putri Nusantara dipimpin oleh instruktur kepala jika Lithuania Gitautas Kievina.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



