
Bandarlampung – Manajer Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengeluhkan cuaca yang dimaksud panas kemudian angin kencang ketika menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga pertama BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim yang dimaksud berakhir imbang 1-1.
"Pertandingan tadi cukup sulit, cuaca panas, angin kencang sehingga pasing pemain banyak gagal," katanya pada waktu memberikan keterang usai laga, ke Bandarlampung, Sabtu.
Menurutnya, pertandingan pertama memang benar bukan mudah, ditambah dengan komponen cuaca yang menghasilkan permainan anak asuhnya kurang maksimal meskipun mampu memberikan perlawanan sengit terhadap tuan rumah.
"Bhayangkara merupakan kelompok kuat, tahun kemudian belaka kalau tidaklah salah cuma Persib yang mana mampu menang, memang benar tiada enteng main di di lokasi ini tapi kami mampu menciptakan gol pertama dan juga seharusnya bisa jadi menang," katanya.
Sementara itu, pemain Persebaya Rachmat Irianto mengakui bahwa pertandingan awal memang sebenarnya setiap saat sulit bagi semua grup termasuk timnya.
"Tentu ini, pertandingan sulit, laga pertama terus-menerus sulit, hasil ini kami kecewa akibat bukan maksimal," kata dia.
Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC bertarung dengan Persebaya Surabaya berakhir imbang 1-1 pada mana kelompok tamu berhasil mencetak gol terlebih dahulu melalui kaki Yann Mabella. Kemudian tuan rumah Bhayangkara mampu membalas kedudukan 1-1 melalui tandukan Allanonpada pada menit 59.
Hasil imbang ini menempatkan kedua kelompok pada kedudukan ke-6 klasemen sementara Super League 2026/2027.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



