berita viral

Irak siapkan jalur ekspor alternatif, targetkan 5 jt barel/hari

Istanbul – Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed Khudair, Hari Sabtu (5/9) mengungkapkan Irak telah dilakukan meningkatkan kapasitas ekspor minyak mentah menjadi lebih tinggi dari 3 jt barel per hari (bpd) lalu berencana meningkatkan menjadi 5 jt barel per hari seiring dengan pengembangan jalur ekspor baru yang dimaksud tiada bergantung pada Selat Hormuz.

Khudair mengutarakan terhadap kantor berita resmi Irak, Iraqi News Agency (INA), bahwa ekspor minyak telah lama mencapai sekitar 3 jt barel per hari sejak awal September.

Ia memaparkan pemerintah ingin meningkatkan kapasitas yang disebutkan berubah menjadi 5 jt barel per hari setelahnya perkembangan pipa strategis yang mana menghubungkan ladang-ladang minyak Irak dengan Fishkhabur ke utara serta Pelabuhan Banias di pesisir Mediterania Suriah selesai.

Baghdad juga berupaya memperluas jalur ekspor alternatif untuk menurunkan ketergantungan terhadap Selat Hormuz.

Bulan lalu, Utama Menteri Ali Faleh al-Zeidi memerintahkan pengerjaan dua jalur pipa strategis, yakni Basra-Haditha-Fishkhabur serta Haditha-Banias.

Jalur utara akan menghubungkan ladang-ladang minyak dalam selatan dengan Fishkhabur pada dekat perbatasan Turkiye, sehingga membuka akses ke jalur pipa Kirkuk-Ceyhan lalu Pelabuhan Ceyhan dalam pesisir Mediterania (Laut Tengah) Turkiye.

Jalur barat akan menghubungkan Haditha dengan Pelabuhan Banias dalam Suriah, sehingga memberikan Irak jalur lain menuju kawasan Mediterania (Laut Tengah) dan juga memiliki kemungkinan menghidupkan kembali koridor minyak bersejarah antara kedua negara.

Pemerintah memaparkan proyek yang disebutkan bertujuan mendiversifikasi jalur ekspor kemudian menguatkan kapasitas Irak pada mengirimkan minyak mentah ke luar negeri.

Irak memiliki sekitar 145 miliar barel cadangan minyak terbukti, berdasarkan data resmi. Produksi minyak Irak turun berubah menjadi sekitar 1,3 jt barel per hari selama peperangan AS-Israel terhadap Iran yang dimaksud dimulai pada akhir Februari, dari sekitar 3,3 jt barel per hari sebelum konflik, sebelum mulai pulih pada Juli serta Agustus.

Upaya mencari jalur ekspor alternatif yang disebutkan berlangsung pada sedang gangguan mental yang masih berlangsung di dalam Selat Hormuz akibat ketegangan antara Washington juga Teheran.

Sumber: Anadolu

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles