
Bandarlampung – Kepelatihan Bhayangkara Presisi Lampung FC Oscar Bruzon menyebutkan hasil pertandingan kontra Persebaya berubah jadi bekal penting bagi grup untuk melakukan pembenahan pada pertandingan berikutnya.
"Pertandingan bertarung dengan Persebaya Surabaya belum sepenuhnya memuaskan, namun dapat berubah menjadi bekal penting untuk mengevaluasi permainan pada pertandingan berikutnya," katanya ke Bandarlampung, Sabtu.
Ia memaparkan permainan timnya pada sesi pertama belum berjalan sesuai harapan walaupun mampu menciptakan beberapa orang peluang, yang belum mampu dikonversikan bermetamorfosis menjadi gol.
"Tentu kami sudah ada memberikan yang digunakan bagus, ada beberapa peluang, tetapi tak berubah jadi gol. Mereka mencetak gol terlebih dahulu," katanya.
Memasuki fase kedua, lanjut dia, Bhayangkara FC mampu memperbaiki permainan lalu mencetak gol. Di sisi lain, Persebaya juga mampu menciptakan beberapa orang peluang, tetapi barisan pertahanan Bhayangkara FC berhasil meredam tekanan tersebut.
"Masuk fase kedua kami berhasil cetak gol. Persebaya banyak potensi juga, kami berhasil menahannya," ujarnya.
Menurut dia, grup masih membutuhkan beberapa orang pembenahan, khususnya di hal adaptasi permainan. Evaluasi yang dimaksud akan dilaksanakan agar perkembangan tim berjalan lebih besar baik dan juga mampu meraih hasil maksimal pada pertandingan selanjutnya.
"Ke depan kami harus melakukan pembenahan. Kami harus banyak adaptasi lalu melakukan progres yang baik sehingga dapat hasil yang tersebut baik," katanya.
Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC menghadapi Persebaya Surabaya berakhir imbang 1-1 di dalam mana kelompok tamu berhasil mencetak gol terlebih dahulu melalui kaki Yann Mabella. Kemudian tuan rumah Bhayangkara mampu membalas kedudukan 1-1 melalui tandukan Allanonpada menit ke 59.
Hasil imbang ini menempatkan kedua grup pada tempat ke-6 klasemen sementara Super League 2026/2027.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



