
Subang (ANTARA) – Menteri Industri Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan pemerintah mulai mengkaji inisiatif insentif kendaraan listrik yang mempertimbangkan tingkat zat di negeri (TKDN) sebagai salah satu basis pemberian insentif.
Agus mengemukakan dirinya mendapat arahan dari Menteri Koordinator Area Kemaritiman dan juga Penanaman Modal Luhut Binsar Pandjaitan untuk mulai menghitung juga mempelajari inisiatif insentif yang mana dapat memacu peningkatan TKDN kendaraan listrik.
“Beberapa hari yang dimaksud tak lama kemudian saya diperintahkan oleh Pak Luhut bahwa, ini untuk Pak Dirjen, Pak Dirjen ya coba kita mulai hitung agar kita coba pelajari memberikan acara insentif yang tersebut berbasis penguatan nilai TKDN,” kata Agus di peresmian infrastruktur produksi BYD Indonesi dalam Subang, Jawa Barat, Kamis.
Baca juga: Purbaya sebut insentif motor listrik sanggup berlaku September 2026
Baca juga: Menperin: Insentif motor listrik Rp5 jt tunggu Peraturan Menkeu
Menurut Agus, semakin membesar nilai TKDN suatu produk, semakin besar pula perhatian pemerintah, di antaranya pada persiapan insentifnya.
“Jadi semakin tinggi nilai TKDN itu semakin perlu mendapat perhatian dari pemerintah di antaranya persiapan-persiapan insentifnya,” ujarnya.
Agus menyatakan Kementerian Manufaktur akan segera merancang kegiatan yang dimaksud lalu berkoordinasi dengan kementerian terkait.
“Kami akan segera desain serta juga kami akan segera koordinasi dengan Kementerian Keuangan,” katanya.
Agus menjelaskan kebijakan yang disebutkan sejalan dengan upaya pemerintah menguatkan kerangka sektor kendaraan listrik pada pada negeri.
Pemerintah, kata dia, tidak ada ingin kebijakan kendaraan listrik hanya saja mendirikan pasar, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi kemudian pengaplikasian komponen pada negeri.
Ia mengutarakan peta jalan kendaraan listrik sudah pernah menetapkan peningkatan nilai minimum TKDN secara bertahap, yakni 40 persen pada tahun ini, 60 persen pada 2027-2029, dan juga 80 persen pada 2030.
“Ini agar pembangunan ekonomi bukan berhenti cuma pada perakitan, tetapi semakin melibatkan lapangan usaha komponen kemudian rantai pasok pada negeri,” ujar Agus.
Baca juga: Toyota nilai insentif EV dapat beri efek berganda bagi ekonomi
Baca juga: Purbaya sebut Presiden akan segera segera mengumumkan insentif EV
Baca juga: AISMOLI tunggu regulasi tentang insentif di pembelian motor listrik



