olahraga

Satria Duta akui ketangguhan pecatur Vietnam ke JAPFA Chess Festival

Ibukota Indonesia – Pecatur Indonesi Satria Duta Cahaya mengakui ketangguhan pecatur Vietnam Dau Khoubg Duy, 3-7, pada kontes match putra JAPFA Chess Festival 2026 ke Jakarta.

Duta semata-mata mampu menambah 0,5 poin kemenangan atau victory point (VP) di fase ketujuh. Selebihnya di fase ke-6, ke-9, juga ke-10, pecatur Nusantara itu harus mengakui keunggulan jagoan Vietnam.

“Khoung Duy juga hebat catur blitz-nya, saya sudah pernah berupaya bermain maksimal,” kata Duta di keterangan resmi yang dimaksud diterima, Minggu.

Pengamat catur yang juga mantan Ketua Sektor Pembinaan dan juga Prestasi PB Percasi Kristianus Liem tiada menduga hasil yang dimaksud dicapai pecatur Tanah Air dalam kontes match JAPFA Chess Festival ini.

“Saya identik sekali tak menduga, Duta kalah 1-3 ke catur kilat. Karena kemarin ke catur cepat, ia dapat mengimbangi permainan Khoung Duy,” kata Kristianus Liem.

Di pertarungan meet putri, Laysa Latifah juga harus mengakui ketangguhan pecatur Kazakhstan WGM Xeniya Balabayeva, 2-8.

Sedangkan pada kategori open, pecatur DKI DKI Jakarta MI Gilbert Elroy Tarigan dipastikan meraih penghargaan juara catur standar setelahnya menghimpun nilai 7,5 VP. Tambahan bilangan 0,5 VP diraih Gilbert pada fase 9 setelahnya menahan remis rekan sepelatnasnya, MI Arif Abdul Hafiz dari Jabar.

Peringkat kedua dipegang MF Fabian Glen Mariano dari Bali yang tersebut juga mengoleksi nilai 7,5 VP. Fabian belaka kalah nilai solkof dari Gilbert.

“Saya bersyukur bisa jadi tampil sebagai juara dalam kelompok open pada JAPFA Chess Festival 2026. Hal itu dapat saya jadikan modal menuju Olimpiade catur nantinya, ” ujar Gilbert.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles