berita terbaru

Pembimbing Oman nilai permainan Negara Indonesia sangat terstruktur

Ibukota – Instruktur timnas Oman Tarik Sektioui menafsirkan permainan Indonesi sangat teratur pada setiap lini sehingga berubah menjadi salah satu sebab kekalahan 0-3 timnya di FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat.

"Kemarin kami sudah ada komunikasikan bahwa pasukan Indonesia telah dilakukan mengalami perkembangan pesat. Peringkat dia pada waktu ini tidak ada mencerminkan kualitas permainan yang dimaksud sebenarnya, khususnya dengan perkembangan pada beberapa tahun terakhir," kata Sektioui pada jumpa pers dalam SUGBK, Jumat.

Ia mengungkapkan timnya kesulitan merawat sisi sayap grup Garuda juga melakukan beberapa kesalahan teknis yang mana menyebabkan tuan rumah mencetak dua gol dari sundulan Justin Hubner serta tendangan mendatar Ole Romeny.

Pada sesi pertama Oman mempunyai kans besar memperkecil kedudukan, namun penalti Hatem Al-Rushadi pada menit ke-38 gagal bersarang pasca ditebak dengan baik oleh kiper Emil Audero.

Menurut Sektioui, permainan Oman menjadi tambahan baik pada putaran kedua, walaupun dibobol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-56.

"Saya senang dengan apa yang saya lihat di dalam sesi kedua. Ini adalah adalah pertandingan resmi pertama kami dengan grup ini. Pelajaran dari laga ini akan sangat berguna untuk mengembangkan regu ke depannya," kata instruktur yang tersebut melakoni laga debutnya dengan Oman itu.

Dia menggarisbawahi kekuatan terbesar Indonesia pada laga ini adalah kemampuan yang dimaksud baik secara umum, khususnya secara fisik yang dinilainya menjadi modal besar Indonesi di Piala Asia 2027 ke Arab Saudi.

"Secara fisik mereka itu bagus, itu menyebabkan dia mengontrol permainan pada fase pertama. Mereka cepat. Tetapi juga secara taktis dengan kesalahan kami, itulah yang digunakan sebenarnya membantu grup Indonesia," tutup dia.

Kekalahan ini mengakhiri rekor tanpa kemenangan Tanah Air bertarung dengan Oman yang sudah ada berjalan 38 tahun pasca terakhir kali menang pada 1988.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles