olahraga

Pelatih kepala kepala esports ungkap peluang tantangan selama Asian Games

Ibukota – Pelatih kepala kepala pasukan esports Nusantara Richard Permana mengungkapkan beberapa jumlah tantangan yang mana akan dihadapi skuad Merah Putih ketika berlaga pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang, pada 19 September sampai dengan 4 Oktober.

Dia menjelaskan persiapan pelatnas yang digunakan dimulai sejak 20 Juli 2026 relatif singkat dari sisi sports science, sehingga grup harus mengoptimalkan beragam prospek yang digunakan tersedia untuk mencapai performa terbaik.

"Tetapi mau bagaimana pun kami telah menetapkan, kami tidaklah punya berbagai alasan, kami tiada punya excuse sejenis sekali," kata Richard pada Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut ia menjelaskan tantangan juga muncul dikarenakan beberapa nomor pertandingan menggunakan server yang tersebut mengacu ke China, sehingga perbedaan latensi menjadi kendala pada saat atlet menjalani latihan dari Indonesia.

Kondisi yang disebutkan menghasilkan grup harus mengirim atlet untuk pemusatan latihan ke luar negeri guna memperkecil kesenjangan.

Richard mengatakan Negara Indonesia mengikuti delapan gim atau nomor pertandingan dengan total 33 atlet. Tiga nomor secara langsung lolos ke kompetisi utama (main event), sedangkan lima lainnya harus melalui sesi kualifikasi.

Selain persoalan teknis, pembaharuan format pertandingan PUBG Mobile juga pemanfaatan patch lama pada Mobile Legends juga berubah jadi tantangan. Tim harus menyesuaikan pola latihan dengan kondisi yang mana akan dihadapi di dalam Asian Games.

Dia menambahkan, di gim PUBG Mobile, misalnya, format berubah dari 16 menjadi 12 regu di satu lobby. Tim Indonesia, tambah dia, juga harus mengevaluasi hasil kualifikasi sebelumnya pasca sempat kesulitan pada hari pertama lalu nyaris gagal lolos pada hari kedua.

Richard menyatakan persaingan perebutan penghargaan juara umum esports kemungkinan melibatkan tuan rumah Negeri Matahari Terbit kemudian China.

Jepang berpeluang menjadi juara umum dengan tiga atau empat emas, sedangkan China memiliki kemungkinan meraih tiga emas dari Honor of Kings, Identity V, dan juga Naraka BladePoint.

Terkait keberangkatan pasukan esports Indonesi ke Jepang. Richard menyampaikan bahwa setiap atlet pada gim setiap-tiap akan berangkat dengan waktu yang tersebut berbeda. Sebab jadwal pertandingan setiap gim berbeda-beda, sehingga harus menyesuaikan dengan keadaan persiapan masing-masing.

Pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Negara Indonesia mengikuti delapan nomor gim esports dengan target keseluruhan satu medali emas, tiga perak, kemudian empat perunggu.

Delapan gim yang mana disertai yakni Mobile Legends, Honor Of Kings, Identity V, Naraka BladePoint, Pokemon Unite, e-Football, Grand Turismo 7, lalu PUBG Mobile.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam website web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles