
Istanbul – Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, Hari Senin (7/9), memberi peringatan tentang menguatnya partai-partai kebijakan pemerintah yang dimaksud menurutnya "buta" terhadap ancaman dari Rusia, menyusul kemenangan partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) pada pemilihan umum daerah.
Saat berbicara sama-sama Utama Menteri Lithuania Mindaugas Sinkevicius di kunjungannya ke Lithuania, Kallas menyatakan bahwa sabotase lalu ancaman lainnya sekarang semakin mendekati Eropa.
"Pada pada waktu yang dimaksud sama, partai-partai yang dimaksud dapat dibilang buta terhadap ancaman ini—dan beranggapan bahwa kita bukan perlu melakukan apa pun akibat hal itu tidak urusan kita—justru sedang menguatkan sikap mereka," katanya.
AfD meraih sekitar 44 persen kata-kata di pemilihan yang berlangsung pada Minggu (6/9) ke Saxony-Anhalt, wilayah timur Jerman; bilangan bulat itu lebih besar dari dua kali lipat perolehan ucapan mereka pada pemilihan negara bagian sebelumnya pada 2021.
Partai yang dimaksud unggul terpencil dibandingkan Christian Democratic Union (CDU), partai yang mana dipimpin Friedrich Merz, yang tersebut cuma memperoleh sekitar 17 persen suara.
Namun, AfD gagal mencapai mayoritas yang dimaksud dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan negara bagian pertama yang dipimpin oleh sayap kanan ekstrem di dalam Jerman sejak Perang Planet II.
"Jadi, saya takut kita akan diciptakan di situasi dalam mana kita belum berbuat cukup berbagai untuk menangkal ancaman lalu mempertahankan diri," kata Kallas.
"Namun, tentu sekadar rakyat Jerman sendiri–sebagai negara demokratis–harus menentukan pilihan mereka sendiri," katanya, menambahkan.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



