berita viral

IRGC: Teknologi Amerika Serikat tidaklah sanggup lolos dari pengawasan Iran di dalam Hormuz

Teheran – Tidak ada teknologi canggih, termasuk teknologi AS, yang mana dapat mencegah sistem pengawasan Iran di Selat Hormuz, kata juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Hossein Mohebbi pada Selasa (8/9).

"Penemuan drone bawah laut militer Amerika Serikat yang tersebut canggih pada pagi hari menunjukkan bahwa tak ada teknologi canggih yang tersebut dapat melintasi lapisan sistem pengawasan kami di Selat Hormuz," kata Mohebbi, seperti diambil IRGC.

Sebelumnya pada hari yang digunakan sama, IRGC menyatakan telah lama menyita drone bawah laut Amerika Serikat jenis Dive-LD yang digunakan canggih pada pintu masuk Selat Hormuz juga memublikasikan foto perangkat tersebut.

Sementara itu, pada 28 Februari, pasukan Amerika Serikat juga negeri Israel mulai melancarkan serangan terhadap sebagian sasaran pada Iran, yang tersebut kemudian dibalas Iran dengan serangan.

Pada pertengahan Juni, Teheran juga Washington melakukan penandatanganan memorandum yang tersebut bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, tak lama kemudian, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Konflik yang disebutkan hingga pada saat ini belum terselesaikan, dan juga permusuhan masih sesekali kembali terjadi.

Sementara itu, Washington memilih meningkatkan tekanan dunia usaha terhadap Iran sebagai upaya mengakhiri konflik dengan menciptakan tekanan finansial tambahan bagi Teheran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

​​​​​​​

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles