
DKI Jakarta – Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Dalam ajaran Islam, kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal dari perjalanan menuju keberadaan akhirat.
Selama hidup pada dunia, manusia menghimpun amal, baik merupakan kebaikan maupun keburukan. Setiap perbuatan yang dimaksud nantinya akan dipertanggungjawabkan ke hadapan Allah SWT.
Setelah meninggal dunia, manusia memasuki alam barzakh atau alam kubur. Alam ini berubah menjadi tempat persinggahan sebelum manusia dibangkitkan pada hari kiamat. Dalam beberapa hadis, keadaan seseorang pada alam kubur digambarkan berkaitan dengan amal yang digunakan dilakukannya selama hidup.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh serta menjauhi perbuatan dosa sebagai bekal menghadapi hidup pasca kematian. Berikut beberapa jumlah amalan yang dimaksud dapat dikerjakan untuk memohon pengamanan juga keringanan dari siksa kubur.
1. Mempertahankan shalat lima waktu
Shalat lima waktu merupakan kewajiban utama bagi setiap Muslim. Mempertahankan shalat, berupaya melaksanakannya tepat waktu, kemudian mengerjakannya dengan khusyuk merupakan bagian penting dari ketaatan untuk Allah SWT.
Shalat juga berubah menjadi salah satu amalan yang dimaksud menunjukkan hubungan pribadi hamba dengan Allah SWT. Karena itu, menjaga shalat sebaik mungkin saja berubah menjadi bagian dari ikhtiar manusia Muslim pada mempersiapkan bekal untuk keberadaan akhirat.
Dalam hadis Bukhari dan juga Muslim disebutkan:
"Shalat adalah tiang agama. Barang siapa menegakkan shalat, maka ia sudah pernah menegakkan agama; serta barang siapa meninggalkannya, maka ia sudah merobohkan agama."
Hadis yang dimaksud populer digunakan untuk menggambarkan pentingnya kedudukan shalat pada hidup pribadi Muslim.
2. Membaca Surat Al-Mulk secara rutin
Surat Al-Mulk merupakan salah satu surat di Al Quran yang memiliki keutamaan pada bermacam hadis. Salah satunya hadis yang mana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi juga Abu Dawud mengenai surat yang mana terdiri dari 30 ayat dan juga memberikan syafaat terhadap pembacanya.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِىَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ
Artinya:
"Ada satu surat di Al Quran yang dimaksud terdiri dari tiga puluh ayat lalu dapat memberi faedah bagi yang digunakan membacanya, sampai ia diampuni, yaitu surat Tabarakalladzi biyadihil mulku (Surat Al-Mulk)." (HR. Tirmidzi lalu Abu Dawud)
Keutamaan yang disebutkan berubah menjadi salah satu alasan umat Islam membiasakan diri membaca Surat Al-Mulk, satu di antaranya pada di malam hari hari. Namun, membaca Al Quran sebaiknya tiada hanya saja dilaksanakan dengan tujuan mengharapkan perlindungan, tetapi juga sebagai bentuk ibadah juga upaya mengerti akan dan juga mengamalkan isinya.
3. Memperbanyak zikir serta istighfar
Zikir juga istighfar merupakan amalan yang dimaksud dapat diwujudkan kapan saja. Dengan berzikir, pribadi Muslim mengingat Allah SWT, sedangkan istighfar menjadi bentuk permohonan ampun berhadapan dengan kesalahan serta dosa.
Membiasakan diri beristighfar juga dapat berubah menjadi pengingat agar seseorang tiada menganggap remeh kesalahan yang dijalankan pada keberadaan sehari-hari.
Selain itu, zikir lalu istighfar merupakan bagian dari ibadah yang digunakan dapat terus diwujudkan di dalam berada dalam berubah-ubah aktivitas. Seorang Muslim dapat membiasakan diri memperbanyak zikir, membaca istighfar, dan juga memohon ampun terhadap Allah SWT sebagai bagian dari persiapan menghadapi hidup akhirat.
4. Memperbanyak sedekah juga amal kebaikan
Sedekah merupakan salah satu bentuk amal yang tersebut sangat dianjurkan di Islam. Tidak belaka berbentuk memberikan harta terhadap pemukim yang tersebut membutuhkan, sedekah juga dapat diwujudkan melalui berubah-ubah perbuatan baik.
Membantu pendatang lain, menyambung silaturahmi, memberikan makanan, hingga melakukan kebaikan untuk sesama merupakan bagian dari amal yang mana bernilai ke sisi Allah SWT.
Amal kebaikan dapat berubah menjadi bekal bagi individu Muslim pasca meninggalkan dunia. Karena itu, memperbanyak kebaikan selama masih memiliki kesempatan hidup berubah menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan diri menghadapi hidup akhirat.
Hal yang disebutkan juga sejalan dengan firman Allah SWT pada Surah Al-Zalzalah ayat 7:
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya ia akan mengamati (balasan)nya."
Ayat yang dimaksud mengingatkan bahwa kebaikan sekecil apa pun bukan luput dari perhitungan Allah SWT.
5. Berdoa memohon pengamanan dari siksa kubur
Selain melakukan bermacam amal saleh, umat Islam juga dianjurkan memohon proteksi untuk Allah SWT dari siksa kubur.
Salah satu doa yang digunakan diajarkan Rasulullah SAW adalah doa yang dimaksud dibaca sewaktu tasyahud akhir sebelum salam. Rasulullah SAW bersabda:
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ
"Ya Allah, aku memohon pemeliharaan kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup lalu kematian, juga dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal." (HR. Muslim)
Doa yang dimaksud menunjukkan bahwa pemeliharaan dari siksa kubur merupakan salah satu hal yang dimaksud diajarkan Rasulullah SAW untuk umatnya. Karena itu, seseorang Muslim dapat membiasakan diri membaca doa yang disebutkan di shalat.
6. Melindungi akhlak dan juga lisan
Menjaga hubungan dengan Allah SWT wajib dihadiri oleh dengan merawat hubungan dengan sesama manusia. Salah satunya melalui akhlak juga cara berbicara.
Menghindari kebiasaan berbohong, menggunjing, mencela, menyakiti pemukim lain, lalu menyebarkan perkataan yang dapat mengakibatkan hambatan merupakan bagian dari melindungi lisan.
Begitu pula dengan membiasakan diri bersikap jujur, amanah, menghormati pendatang lain, juga bertanggung jawab berhadapan dengan perkataan lalu perbuatan.
Dalam hidup sehari-hari, beberapa dosa terkadang dianggap sepele oleh sebab itu dijalankan melalui perkataan atau kebiasaan kecil. Padahal, pada ajaran Islam, setiap perbuatan tetap memiliki konsekuensi lalu akan diperhitungkan.
Karena itu, memperbaiki akhlak juga menyimpan lisan berubah jadi bagian penting dari upaya memperbanyak amal baik lalu mencegah perbuatan yang digunakan dapat merugikan diri sendiri maupun pemukim lain.
7. Berbuat baik untuk sesama
Islam tidak ada hanya saja mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan antarmanusia. Berbuat baik terhadap sesama bermetamorfosis menjadi salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan.
Bentuknya pun beragam. Seseorang dapat membantu pendatang yang digunakan sedang kesulitan, menyantuni anak yatim, membantu tetangga, melindungi amanah, berlaku jujur, atau memberikan pertolongan sesuai kemampuan.
Kebaikan tiada selalu harus diwujudkan pada bentuk sesuatu yang mana besar. Membantu khalayak lain ketika membutuhkan pertolongan atau memberikan faedah melalui hal simpel juga dapat berubah menjadi bagian dari amal saleh.
Dengan memperbanyak perbuatan baik, pribadi Muslim berjuang menjadikan hidup pada bola sebagai kesempatan untuk mengakumulasi bekal sebelum kematian datang.
8. Menjauhi dosa kemudian fitnah
Selain memperbanyak amal saleh, manusia Muslim juga perlu mencoba meninggalkan dosa. Beberapa dosa miliki dampak besar terhadap keberadaan seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun warga lain.
Salah satunya adalah syirik. Allah SWT berfirman di Surah An-Nisa ayat 48:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا ٤٨
Artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak ada akan mengampuni dosa syirik, kemudian Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dimaksud Dia kehendaki."
Selain syirik, individu Muslim juga penting menjauhi perbuatan yang tersebut membinasakan hubungan antarmanusia, seperti fitnah dan juga adu domba.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak akan masuk surga khalayak yang suka mengadu domba." (HR. Bukhari lalu Muslim)
Karena itu, merawat perkataan, tidak ada menyebarkan informasi yang mana belum jelas kebenarannya, juga tidak ada mengadu domba penduduk lain merupakan bagian dari upaya mempertahankan diri dari dosa.
Menjadikan keberadaan dunia sebagai bekal
Alam barzakh merupakan fase antara kematian kemudian hari kebangkitan. Setelah meninggal dunia, manusia tidaklah lagi mempunyai kesempatan untuk kembali juga memperbaiki amal yang tersebut telah terjadi dilakukan.
Karena itu, hidup pada bumi bermetamorfosis menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh sekaligus meninggalkan perbuatan buruk.
Menjaga shalat, membaca Al Quran, memperbanyak zikir juga istighfar, bersedekah, berbuat baik terhadap sesama, menyimpan akhlak kemudian lisan, dan juga memohon proteksi terhadap Allah SWT merupakan bagian dari ikhtiar seseorang Muslim di mempersiapkan hidup setelahnya kematian.
Pada akhirnya, tidak ada ada manusia yang tersebut mengetahui kapan kematian akan datang. Karena itu, yang dimaksud dapat direalisasikan selama masih diberi kesempatan hidup adalah memperbaiki diri juga memperbanyak amal kebaikan. Harta, jabatan, kemudian bervariasi pencapaian duniawi akan ditinggalkan, sedangkan amal berubah menjadi salah satu bekal menuju keberadaan selanjutnya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



