
Jenewa – Swiss memperluas daftar sanksi terhadap Rusia dengan menambahkan 16 individu juga tujuh organisasi ke di daftar pihak yang dikenai pembatasan, kantor berita RIA Novosti melaporkan, Rabu (17/6).
Menurut pernyataan pemerintah Swiss, pada 15 Juni 2026, Departemen Urusan Ekonomi, Pendidikan, dan juga Penelitian Federal Swiss (EAER) mengubah Lampiran 8 Ordonansi tentang Tindakan yang mana Berkaitan dengan Situasi di negeri Ukraina dengan menambahkan 16 individu juga tujuh organisasi ke daftar pihak yang mana dikenai pembatasan.
Sanksi yang disebutkan antara lain menyasar kepala departemen urusan pemuda di dalam Sevastopol dan juga wilayah lain yang digunakan baru dianeksasi Rusia, guru, dan juga pimpinan organisasi anak.
Langkah itu mulai diberlakukan pada 16 Juni. Uni Eropa sebelumnya menerbitkan pembatasan sama pada 11 Mei.
Rusia berkali-kali menyatakan mampu menghadapi tekanan sanksi Barat yang dimaksud terus meningkat pada beberapa tahun terakhir.
Negara itu juga menyimpulkan negara-negara Barat bukan berani mengakui bahwa sanksi terhadap Rusia gagal mencapai tujuannya, menurut laporan RIA Novosti.
Sumber: Sputnik
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam portal web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



