olahraga

Jesse Rodriguez kanvaskan Vargas untuk jadi juara globus tiga divisi

Ibukota Indonesia – Petinju Jesse Rodriguez menganvaskan juara dunia kelas bantam (53,5 kg) World Boxing Association (WBA) Antonio Vargas dalam Glendale, Arizona, Amerika Serikat untuk mengukuhkan dirinya sebagai juara dunia di dalam tiga divisi berbeda.

Dalam pertarungan yang ditayangkan DAZN melalui kanal YouTube-nya yang tersebut dipantau dalam Jakarta, Minggu, Rodriguez mencetak knockout (KO) melawan Vargas pada ronde keenam setelahnya sempat mengalami kesulitan.

Vargas menunjukkan performa yang dimaksud solid sejak ronde pertama, tetapi Rodriguez mulai mengurangi kekuatan lawannya pada ronde kedua berkat pergerakan lalu serangan yang mana lebih tinggi efektif.

Rodriguez sempat terkena pukulan keras pada ronde ketiga, tetapi bangkit pada ronde keempat sebelum mengguncang serta menjatuhkan Vargas pada ronde kelima.

Pada ronde keenam, Rodriguez melanjutkan momentumnya untuk menghentikan Vargas dengan pukulan lurus kiri yang tajam. Vargas mencoba berdiri namun akhirnya dinyatakan kalah KO.

Petinju dengan syarat Houston, Amerika Serikat itu harus kehilangan peringkat juara serta menambah noda di rekornya bermetamorfosis menjadi 19 kemenangan dengan 11 KO, dua kekalahan, lalu satu laga tanpa hasil (no contest).

Sementara itu, Rodriguez meraih gelar kejuaraan juara dunia dalam divisi ketiga setelahnya sebelumnya memegang sabuk juara planet kelas terbang (50,8 kg) World Boxing Organization (WBO) serta International Boxing Federation (IBF), juga menjadi juara kelas super terbang (52,2 kg) World Boxing Council (WBC), WBA, dan juga WBO.

Petinju selama Texas, Amerika Serikat itu masih melindungi rekor tak terkalahkan dengan 24 kemenangan, satu di antaranya 17 kemenangan yang diraih melalui KO.

Rodriguez membuktikan bahwa ia lebih tinggi dari siap untuk menunjukkan kemampuannya dalam kelas 118 pon, meskipun menerima lebih tinggi banyak pukulan daripada biasanya.

Setelah pertarungan, perhatian secara langsung tertuju pada laga besar yang digunakan sangat dinantikan berjuang melawan juara kelas super bantam tak terbantahkan, Naoya Inoue. Rodriguez mengutarakan untuk para penggemar yang tersebut berkumpul dalam Desert Diamond Arena bahwa ia siap menghadapi siapa pun, kapan pun.

"Saya senang bisa saja berubah jadi juara tiga divisi di usia 26 tahun. Siapa pun yang dia sebutkan dan juga hadapkan ke depan saya, saya akan menerimanya," kata Rodriguez.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles