berita viral

Dubes Indroyono dorong penghadapan daring siswa Indonesia-AS

Ibukota – Duta Besar Republik Tanah Air untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menggalakkan perluasan kerja sebanding lembaga pendidikan Negara Indonesia dan juga Amerika Serikat melalui inisiatif pertarungan daring antarsiswa sejak usia dini.

Menurut Indroyono, kemajuan teknologi membuka prospek bagi siswa sekolah dasar ke kedua negara untuk saling mengenal, mengerti budaya masing-masing, lalu merancang hubungan antarmasyarakat yang tersebut tambahan kuat ke masa depan.

"Kami berharap ke depannya dapat dikembangkan acara reuni daring antara siswa sekolah dasar dalam Negara Indonesia serta Amerika Serikat agar merek dapat saling mengenal sejak usia dini melalui dukungan teknologi yang dimaksud semakin maju," kata Indroyono pada siaran pers KBRI Washington yang diterima di dalam Jakarta, Sabtu.

Gagasan yang dimaksud disampaikan seiring keberhasilan acara Embassy Adoption Inisiatif (EAP), yang digunakan memperkenalkan Indonesi untuk siswa sekolah negeri pada Washington D.C. melalui berubah-ubah kegiatan sekolah kemudian budaya.

Pada 2 Juni, siswa kelas lima John R. Francis Education Campus mengunjungi Wisma Indonesi di Washington D.C. juga menunjukkan antusiasme tinggi pada waktu menjawab bermacam pertanyaan mengenai seni dan juga budaya Indonesia.

Kemampuan para siswa Amerika Serikat mengenali Nusantara merupakan hasil pembelajaran melalui EAP, sebuah acara edukasi global yang menghubungkan siswa sekolah negeri pada Washington D.C. dengan kedutaan besar dan juga perwakilan diplomatik dari bervariasi negara.

Dubes Indroyono mengkaji melalui acara tersebut, Nusantara bukan hanya saja diperkenalkan sebagai negara kepulauan terbesar ke Asia Tenggara, tetapi juga hadir secara nyata di pengalaman belajar generasi muda Amerika Serikat.

Ia juga mengapresiasi EAP sebagai bagian penting dari diplomasi lunak sekaligus sarana menguatkan hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Program EAP didirikan pada 1974 melalui kemitraan antara Washington D.C. Public Schools (DCPS) lalu Washington Performing Arts. Proyek yang dimaksud memberikan kesempatan terhadap siswa kelas 5 serta 6 untuk mempelajari bahasa, budaya, sejarah, kuliner, hingga pandangan negara yang mana diadopsi terhadap bervariasi isu global.

Dalam pelaksanaannya, para diplomat secara rutin mengunjungi kelas, sementara guru dan juga perwakilan kedutaan bekerja sebanding menyusun kurikulum yang digunakan selaras dengan standar sekolah DCPS.

Puncak kegiatan EAP, yakni Capstone Presentation yang tersebut diselenggarakan dalam Wisma Indonesia, bermetamorfosis menjadi turnamen bagi para siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran merekan dalam hadapan pemukim tua, perwakilan diplomatik, dan juga Washington Performing Arts.

Hingga kini, EAP telah lama menghubungkan lebih lanjut dari 50.000 siswa di Washington D.C. dengan lebih tinggi dari 100 kedutaan besar serta lembaga diplomatik dari berubah-ubah negara.

Program yang disebutkan juga pernah menerima penghargaan dari Departemen Pendidikan Amerika Serikat sebagai acara sekolah internasional terbaik. Sementara itu, KBRI Washington sudah pernah berpartisipasi di kegiatan yang disebutkan selama sekitar 20 tahun terakhir.

Pada tahun ajaran 2025–2026, KBRI Washington bekerja identik dengan John R. Francis Education Campus menyelenggarakan beraneka kegiatan bertema Indonesia, termasuk lokakarya membatik yang tersebut memperkenalkan salah satu warisan budaya Negara Indonesia untuk para siswa Amerika Serikat.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles