berita viral

Paus Leo sebut konflik AS-Iran bukanlah peperangan yang adil

Istanbul – Paus Leo XIV menegaskan konflik yang dimaksud dilancarkan Negeri Paman Sam juga negara Israel terhadap Iran tidak "perang yang dimaksud adil”, sebab menurutnya, teori klasik itu sudah ada tidak ada lagi relevan dengan realitas peperangan modern.

"Tidak ada pertempuran yang tersebut adil pada sana,” kata Leo terhadap wartawan pada penerbangan dari Roma ke Madrid, Sabtu, yang mana menandai perjalanan luar negeri keempatnya sebagai Paus.

Komentar yang disebutkan disampaikan Paus Leo sewaktu menanggapi pertanyaan jurnalis terkait klaim Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance yang menggunakan konsep “perang yang dimaksud adil” untuk membela tindakan militer Washington terhadap Teheran.

Menurut Leo, konsep filosofis mengenai konflik yang dimaksud adil lahir berabad-abad lalu, pada masa saat umat manusia belum mampu membayangkan daya hancur masif dari persenjataan modern seperti sekarang.

"Masalahnya adalah teori konflik yang digunakan adil berasal dari berabad-abad yang dimaksud lalu, dari masa ketika pendatang tak dapat membayangkan senjata serta kapasitas penghancuran yang digunakan ada pada waktu ini," ujarnya.

Pernyataan tegas Paus Leo ini melanjutkan keretakan hubungan diplomatik kemudian tensi kebijakan pemerintah antara Vatikan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait eskalasi konflik dalam Iran.

Paus secara konsentris menyerukan penghentian konflik bersenjata serta mengomentari keras retorika-retorika kebijakan pemerintah yang digunakan dinilai dapat mengakibatkan pertempuran yang tersebut lebih besar luas.

Pada awal tahun ini, Paus Leo mengecam pernyataan Presiden Trump yang mengancam “tidak akan ada peradaban yang tersebut tersisa dalam Iran."

Paus menyampaikan retorika yang dimaksud sebagai sesuatu yang mana "tidak dapat diterima.”

Merespons kritik tersebut, Trump sempat melontarkan serangan balik dengan menyampaikan Paus sebagai sosok yang "lemah dan juga buruk pada kebijakan luar negeri."

Namun, Paus Leo XIV mengabaikan sindiran itu lalu menegaskan dirinya tidak ada takut untuk terus menyuarakan perdamaian.

Perseteruan verbal antara Washington lalu Vatikan ini turut memantik reaksi keras dalam Italia. Para pemimpin urusan politik ke Roma berbondong-bondong memberikan pembelaan serta dukungan moral terhadap Paus Leo.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni secara terbuka mengoreksi balik pernyataan Trump. Meloni menganggap serangan verbal yang digunakan ditujukan terhadap pemimpin tertinggi umat Katolik merupakan tindakan yang dimaksud "tidak dapat diterima."

Sumber: Anadolu

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam portal web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles