otomotif

Stellantis recall 419.035 Jeep di Amerika Serikat akibat cacat pada airbag samping

Amerika Serikat (ANTARA) – Stellantis menawan kembali (recall) 419.035 kendaraan di Amerika Serikat (AS) setelahnya ditemukan adanya kesalahan perangkat lunak yang mana dapat menyebabkan keterlambatan pengembangan airbag samping pada waktu berjalan kecelakaan.

Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) atau Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS, disitir laman warta AS, Quartz, Hari Jumat (29/5) waktu setempat, kendaraan "cacat" yang mana terdampak yang disebutkan tak memenuhi standar keselamatan kendaraan bermotor federal Amerika Serikat.

Model yang dimaksud termasuk di evakuasi kembali ini antara lain Jeep Grand Cherokee tahun model 2022 hingga 2026 dan juga Jeep Grand Cherokee L tahun model 2023 hingga 2025.

Baca juga: Stellantis tarik lebih lanjut 19 ribu van susul laporan kebakaran

Baca juga: Delapan perusahaan akan tarik 30 ribu kendaraan pada Korea Selatan

NHTSA menyatakan bahwa pemilik kendaraan dapat memperbarui perangkat lunak modul pengendali sistem penahan penumpang (occupant restraint controller module) melalui diler tanpa dikenakan biaya.

Penarikan kembali pada total besar juga pernah dilaksanakan Stellantis, payung perusahaan dari Abarth, Alfa Romeo, Chrysler, Citroen, Dodge, DS Automobiles, Fiat, Jeep, Lancia, Maserati, Opel, Peugeot, Ram, dan juga Vauxhall tersebut.

Terakhir pada April, Stellantis mengejutkan kembali sekitar 700.000 kendaraan dalam seluruh planet dikarenakan adanya kemungkinan risiko kebakaran.

Penarikan yang dimaksud mencakup kendaraan dari merek Peugeot, Citroen, DS Automobiles, Alfa Romeo, Jeep, Fiat, juga Opel, menurut Otoritas Transportasi Jerman.

The Brussels Times, 1 April setelah itu melaporkan orang juru bicara Stellantis mengemukakan bahwa kesulitan yang dimaksud berkaitan dengan jarak antara komponen tertentu pada sebagian kendaraan model tahun 2023 hingga 2026.

Dalam keadaan basah, celah yang disebutkan dapat menyebabkan terjadinya loncatan arus listrik (electrical arc), yang digunakan mungkin mengakibatkan panas berlebih atau gangguan termal. Dalam perkara yang digunakan ekstrem, situasi ini dapat mengakibatkan risiko kebakaran di ruang mesin.

Stellantis mengatakan sudah pernah menghubungi pelanggan yang digunakan terdampak secara langsung, juga perbaikan yang digunakan memerlukan waktu sekitar 30 menit direalisasikan tanpa biaya.

Baca juga: Stellantis recall 1,16 jt kendaraan akibat kamera mundur bermasalah

Baca juga: Stellantis "recall" tiga mobil di dalam AS, satu di antaranya Jeep

Baca juga: Empat pabrikan akan tarik hampir 8.000 mobil oleh sebab itu komponen rusak

Related Articles