
DKI Jakarta – Pegolf Indonesia Randy Arbenata Mohamad Bintang bertekad mempertahankan peringkat pada Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship 2026 di dalam Pondok Indah Golf Course, Jakarta, 14-16 Juli.
Juara kelompok putra edisi 2025 itu akan menghadapi persaingan pegolf dari Amerika Serikat, China, India, Korea Selatan, Malaysia, Oman, serta Vietnam di kejuaraan amatir internasional yang mana memasuki penyelenggaraan tahun keempat.
“Targetnya pasti ingin berubah menjadi juara bertahan. Untuk itu saya mempersiapkan diri dengan baik. Secara mental saya harus lebih banyak sabar lantaran game plan untuk lapangan Pondok Indah sebetulnya sudah ada cukup matang,” kata Randy pada acara membuka kompetisi di Jakarta, Senin.
Randy mengakui tekanan pada kejuaraan internasional tambahan besar, terlebih ia datang sebagai pemain yang tersebut harus mempertahankan gelar. Namun, kondisi yang dimaksud menjadi kesempatan untuk menguji kematangan permainan dan juga mental bertandingnya.
“Bermain di dalam pertandingan internasional tentu pressure-nya lebih lanjut besar. Saya sangat senang sanggup belajar juga terus mendapatkan pengalaman baru,” ujar Randy.
Indonesia memiliki catatan kuat pada dua edisi terakhir. Pada 2025, Randy kemudian Bianca Naomi Amina Laksono menyapu gelar kejuaraan kelompok putra juga putri.
Setahun sebelumnya, dua peringkat juga bermetamorfosis menjadi milik Indonesi melalui Rayhan Abdul Latief kemudian Elaine Widjaja. Elaine bahkan telah terjadi dua kali berubah menjadi juara setelahnya juga memenangi kelompok putri pada edisi perdana.
Randy, Rayhan, lalu Elaine kembali mengikuti kompetisi tahun ini, sehingga Indonesia berpeluang menunda dominasinya dalam berada dalam persaingan delapan negara.
Ketua Pondok Indah Golf Club Michael Tjoajadi mengutarakan kejuaraan yang disebutkan terus dijaga kualitasnya agar dapat berubah jadi panggung bagi pegolf amatir untuk mengalami perkembangan menuju tingkat yang dimaksud lebih lanjut tinggi.
“Belakangan ini golf amatir terus berkembang. Jumlah pemain dan juga turnamennya semakin banyak, skornya semakin baik, dan juga juga semakin berkualitas,” kata Michael.
Menurut Michael, tantangan utama pelaksana tidak sekadar meyakinkan kejuaraan berlangsung setiap tahun, tetapi juga meningkatkan kualitas pertandingan kemudian peserta.
“Tantangan pada menyelenggarakan sebuah kejuaraan internasional adalah bagaimana terus meningkatkan kualitas dari kejuaraan ini, sehingga dapat menghasilkan kembali atlet bagus yang tersebut nantinya sanggup berprestasi pada level yang digunakan tambahan tinggi,” ujarnya.
Pondok Indah Golf Club sama-sama PT Medco Energi Internasional Tbk konsisten mengupayakan penyelenggaraan kejuaraan yang dimaksud sejak edisi pertama.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesi Suharsono menafsirkan pertandingan yang tersebut diselenggarakan secara berkesinambungan dapat membantu pegolf nasional mendapatkan pengalaman internasional sekaligus mempersiapkan diri menuju jenjang profesional.
“Para pegolf Nusantara punya prospek untuk kembali menjadi juara akibat sudah ada terbukti di dalam tahun-tahun sebelumnya,” kata Suharsono.
Pondok Indah Golf Course sudah pernah menyiapkan lapangan dengan beraneka tantangan untuk menguji konsistensi permainan kontestan selama tiga hari pertandingan.
Masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara secara langsung tanpa dipungut biaya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



