
DKI Jakarta – Tiga atlet panjat tebing Indonesia, yakni Veddriq Leonardo, Antasyafi Robby Al Hilmi, serta Raharjati Nursamsa lolos ke putaran final nomor speed putra World Climbing Series Madrid 2026 setelahnya melalui fase kualifikasi pada Spanyol, Minggu.
Pada sesi kualifikasi nomor speed putra yang mana disertai 65 atlet dari bermacam negara, tiga perwakilan Merah Putih yang dimaksud berhasil menembus 16 besar untuk melaju ke putaran berikutnya.
Veddriq menempati peringkat keempat. Atlet jika Pontianak yang dimaksud tambahan dahulu menorehkan waktu 4,92 detik dalam jalur B yang tersebut menjadi catatan terbaiknya. Sebab, ia kemudian sedikit tambahan lambat ke jalur A dengan catatan 5,06 detik.
Sementara, Robby berada ke urutan ke-10 dengan catatan waktu terbaik 5,04 detik di dalam jalur A, serta 6,81 detik di dalam jalur B.
Raharjati menghentikan 16 besar dengan catatan waktu terbaik 5,13 detik di dalam jalur B, serta 7,5 detik di jalur A.
Namun, delegasi Negara Indonesia lainnya, Aditya Tri Syahria, tak mampu melangkah ke putaran final setelahnya menghuni sikap ke-27 di hasil sesi kualifikasi. Ia mencatatkan waktu 5,34 detik ke jalur A, juga 6,00 detik di dalam jalur B.
Setelah sesi kualifikasi, Veddriq, Robby, kemudian Raharjati akan kembali berlomba pada putaran final sekira Mulai Pekan (1/6) dini hari WIB.
Sebelumnya, tiga atlet putri Indonesia, yakni Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, serta Berthidgna Devi Surya Kusuma berhasil lolos ke putaran final nomor speed putri.
Mereka akan kembali berlomba di putaran final, Minggu, sekitar pukul 23.00 WIB.
Keikutsertaan di Madrid berubah menjadi kesempatan penting bagi Nusantara setelahnya hasil yang tersebut diraih pada World Climbing Series Wujiang 2026 ke China belum sepenuhnya memuaskan.
Pada seri Wujiang, Desak Made bermetamorfosis menjadi satu-satunya peraih medali untuk Indonesia dalam berada dalam persaingan ketat yang dimaksud dihadapi pasukan nasional.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) pada waktu itu mengirim sembilan atlet speed, yang terdiri dari lima atlet putra lalu empat atlet putri. Namun, sektor putra gagal menyumbangkan medali serta harus pulang tanpa berdiri dalam podium.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



